Keterangan Foto: Tomy Indarto, Manager, MIS Application & Business Improvement PT Freeport Indonesia saat menjadi pembicara pada Opexcon14
Keterangan Foto: Tomy Indarto, Manager, MIS Application & Business Improvement PT Freeport Indonesia saat menjadi pembicara pada Opexcon14

Kompetisi untuk projek Continuous Improvement terbesar di Indonesia sudah selesai terselanggara. Dua puluh satu finalis dari tiga sektor industri di Indonesia pun telah terpilih. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, para peserta kompetisi Opexcon Project Competition tahun ini pun kembali berlomba menyajikan proyek-proyek perbaikan dengan hasil terbaik yang telah mereka jalankan. Tahun ini, penghargaan yang khusus diberikan kepada para tim proyek melalui upaya mereka memperbaiki dan meningkatkan proses bisnis akan kembali diperebutkan.

Pada 12 Oktober 2015, 21 finalis akan menyaksikan, proyek mana yang akan meraih penghargaan sebagai The Best Improvement Project pada Indonesia Operational Excellence Award 2015.

Apa yang membuat mereka antusias berlomba-lomba dalam kompetisi Opexcon15?

Tidak bisa dipungkiri, kualitas proses merupakan urat nadi yang menentukan kesuksesan sebuah bisnis. Proses yang berkualitas, efisien, dan cost-effectiveness akan mendatangkan produk berkualitas tinggi, bebas cacat, dan memberikan kemampuan kepada perusahaan dalam menyediakan pelayanan kelas dunia kepada pelanggan. Kepuasan pelanggan dan kemampuan kompetitif yang kuat menjadi mimpi utama dalam mencapai operational excellence dan status world-class.

Ide dan solusi inovatif menjadi bahan bakar utama yang menyulut semangat Continuous Improvement mereka. Hasil perbaikan proses bisnis yang signifikan telah membantu memperkuat kemampuan kompetitif perusahaan di kancah bisnis. Inilah alasan kuat yang membuat mereka pantas menyabet penghargaan bergengsi di bidang Operational Excellence.

Peraih penghargaan Opexcon Award berhasil menepis anggapan ‘perusahaan Indonesia cenderung mengenyampingkan mutu’

Tidak semua. Ternyata masih banyak jagoan-jagoan improvement yang mampu menjalankan perbaikan proses dengan hasil gemilang. Sayangnya, pelaku aktivitas improvement di perusahaan-perusahaan masih belum nampak di permukaan, dan seolah akan selamanya menjadi pemain di belakang layar.

Dan untuk menyegarkan kembali ingatan Anda dengan jagoan-jagoan improvement yang berhasil meraih penghargaan sebagai ‘The Best Change Agents’ di Opexcon Award 2014, kami berikan kembali ulasan para peraih penghargaan dari masing-masing kategori industri:

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

Dari kategori manufaktur, penghargaan Gold Achievement diberikan kepada PT. Selamat Sempurna, Tbk. PT. Selamat Sempurna adalah perusahaan pembuat komponen automotif nasional yang sudah berdiri sejak 38 tahun silam. Komitmen perusahaan terhadap Continuous Improvement tidak perlu diragukan lagi, terbukti dengan disabetnya penghargaan Gold Achievement yang diberikan kepada M. Aris Hidayat dan tim dengan judul proyek “Develop Seat Assy Auto Sealing System on Projection Rotary Machine”.

Untuk kategori Pelayanan dan Jasa, penghargaan Gold Achievement diberikan kepada Mario M. Noma dari PT. Bank Negara Indonesia, Tbk. Melalui proyek perbaikan yang berjudul “Sales Governance”, Mario beserta tim berhasil memberikan salah satu pencapaian terbesar di Departemen Sales Governance Process Excellence Consumer & Retail Unit. Tujuan dari proyek ini adalah untuk melakukan pengawasan terhadap Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) dengan menciptakan mekanisme anti-fraud dalam aktivitas direct sales.

Kemudian untuk kategori Mining&Energy, ada Elvis Abraham dari PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang menerima penghargaan Gold Achievement. BUMA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa/pelayanan, terutama jasa penambangan bagi produsen batubara di Indonesia, meliputi seluruh proses produksi, termasuk perencanaan dan geology, transportasi batubaru hingga rahabilitasi lahan. Proyek “Optimasi Konsumsi Fuel pada Aktivitas Loading Lumpur dari 431 Ltr/LCM menjadi 2,06 Ltr/LCM yang dijalankan mulai Juni 2013 hingga Januari 2014 ini ternyata membuahkan hasil yang mengesankan. Tim berhasil mengurangi biaya operasional sebesar 40% atau lebih dari Rp 8 miliar. dengan diraihnya penghargaan ini, Elvis Abraham beserta seluruh anggota timnya-pun berhak dinobatkan sebagai improvement heroes di industri pertambangan batubaru tahun 2014.

Itulah 3 jagoan improvement yang berhasil menyabet penghargaan Gold Achievement pada Opexcon Award 2014 melalui proyek-proyek Continuous Improvement yang inovatif.

Baca juga  3 Konsep Penting dalam Metode Lean

Lalu, bagaimana dengan Opexcon Award tahun ini? Proyek perbaikan apa saja yang berkompetisi dalam Opexcon Award 2015, seperti apa dampak dari proyek perbaikan yang mereka jalankan bagi organisasi dan juga industrinya, dan yang tidak kalah penting, who’s the next change agent dari masing-masing kategori industri?***