Gambar: Wikipedia

Perusahaan konglomerasi asal AS, General Electric (GE) melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan pendapatan dalam kuartal pertama 2012. GE menghasilkan pemasukan sebesar US$ 3,03 milyar dalam tiga bulan, terhitung hingga akhir Maret. Jumlah tersebut berkurang 10% dari total yang dihasilkan tahun lalu.

Penghasilan mereka tahun ini terpotong oleh beberapa biaya tidak rutin yang harus dikeluarkan, termasuk biaya sebesar US$ 200 juta berkaitan dengan bisnis gadai Irish.

Pihak perusahaan mengatakan, walau mengalami penurunan, infrastruktur penjualan sedang dalam posisi yang bagus, didukung oleh kecenderungan pasar yang naik. Misalnya, mereka kini tengah memproses pesanan dari perusahaan asal Afrika Selatan, Transnet, untuk 43 unit kereta, membuat total kereta GE yang terjual mencapai 143 unit sejak 2009.

GE juga mendapat pesanan mesin dari Kenya Airways dan Qantas. Divisi Oil & Gas mereka juga mendapatkan pesanan senilai US$ 1 milyar untuk menyuplai peralatan dan jasa untuk sebuah proyek LNG di Australia.

Pertumbuhan terjadi lebih cepat di negara-negara maju; dimana mereka terus memenuhi pemenuhan kebutuhan dari proyek transportasi dan energi di seluruh dunia.

‘Pertumbuhan Industrial’

Dengan memenuhi biaya-biaya yang ada, GE menghasilkan US$ 3,6 milyar dalam kuartal pertama; lebih besar 1% dari jumlah yang diperkirakan oleh para analis.

Seperti yang dikutip dari BBC News, CEO Jeff Immelt mengatakan bahwa “Hasil yang kami capai saat ini mendemonstrasikan pencapaian pertumbuhan industrial kami dan GE Capital akan terus tumbuh lebih kuat.”
“Pada kuartal ini kami melihat pertumbuhan di segala sisi infrastruktur bisnis kami dan juga perbaikan dalam peralatan dan pelayanan,” katanya.

GE adalah perusahaa n manufaktur mesin jet terbesar di dunia, namun mereka juga kuat di area industri lainnya, termasuk dalam bidang peralatan pembangkit listrik dan infrastruktur transportasi.

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

“Jika Anda melihat dengan lebih detail, hasil yang melampaui perkiraan analis tersebut didapat dengan mengorbankan sumber daya manusia. Kami belum melihat pertumbuhan yang kami alami di kuartal-kuartal sebelumnya.” Kata Todd Schoenberger, managing director di Landcolt Trading.

“Lebih lagi, ada semacam penghambat antusiasme di kuartal depan karena adanya potensi penurunan di pasar Eropa dan mungkin Cina.”

Sumber: BBC News