Di tengah dinamika dunia kerja global, setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengatur ritme dan budaya kerja. Beberapa negara berhasil menciptakan sistem kerja yang efisien dengan menyeimbangkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja, sehingga jam kerja tidak selalu panjang namun tetap optimal. Namun di sisi lain, terdapat pula negara-negara yang dikenal memiliki jam kerja paling tinggi di dunia, di mana tuntutan pekerjaan yang besar kerap membuat pekerja harus menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana kebijakan, budaya, dan prioritas ekonomi suatu negara turut memengaruhi pola kerja masyarakatnya.

Negara dengan Jam Kerja Terbanyak

Berikut negara dengan jam kerja terbanyak berdasarkan Database Statistik Upah dan Waktu Kerja tahun 2024 lalu. 

  1. Bhutan

Bhutan menempati peringkat teratas sebagai negara dengan durasi kerja paling panjang di dunia. Rata-rata pekerja di negara ini menghabiskan lebih dari 54 jam setiap minggu untuk bekerja. Struktur ekonomi Bhutan yang masih bertumpu pada sektor pertanian dan industri skala kecil membuat banyak pekerja harus bekerja lebih lama demi mencukupi kebutuhan hidup. Keterbatasan infrastruktur juga mendorong dominasi pekerjaan fisik, yang pada akhirnya turut memperpanjang jam kerja. Kondisi ini kerap memicu tekanan mental karena pekerja mengalami kelelahan berkepanjangan serta minim waktu istirahat.

  1. Uni Emirat Arab

Sebagai salah satu pusat ekonomi global, Uni Emirat Arab (UEA) memiliki budaya kerja dengan jam yang relatif panjang, terutama di sektor swasta yang bisa melebihi 50 jam per minggu. Meski kebijakan cuti dan hari libur cenderung fleksibel, tuntutan industri yang berkembang pesat membuat durasi kerja tetap tinggi. Situasi ini seringkali berdampak pada meningkatnya stres dan menurunnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

  1. Kongo
Baca juga  Wajib Tahu! Tips Interview Kerja agar Dilirik HRD 

Kongo menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, seperti tingkat kemiskinan yang tinggi dan terbatasnya lapangan kerja yang layak. Banyak pekerja bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan, yang menuntut jam kerja panjang mencapai 48,6 jam per minggu. Kondisi ini umumnya diterima demi memperoleh penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, beban kerja yang berat sering kali meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental akibat tekanan yang terus berlangsung.

  1. Qatar

Qatar yang dikenal sebagai negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi pun, juga mencatat rata-rata jam kerja sekitar 48 jam per minggu. Jam kerja panjang menjadi hal yang umum, terutama bagi pekerja migran. Walaupun imbalan yang ditawarkan tergolong kompetitif, tuntutan kerja yang tinggi sudah menjadi bagian dari kesepakatan kerja. Sayangnya, kondisi ini kerap mempengaruhi kesejahteraan mental, terlebih bagi pekerja migran yang harus hidup jauh dari keluarga.

  1. Liberia

Liberia negara yang terletak di Afrika Barat ini termasuk ke dalam daftar negara dengan jam kerja tinggi, yaitu sekitar 47,7 jam per minggu. Liberia tengah memulihkan perekonomian pasca konflik dengan mengandalkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Banyak pekerja, khususnya di wilayah pedesaan harus bekerja lebih lama untuk mencapai target produksi dan pendapatan. Dalam situasi serba terbatas, kelelahan dan tekanan mental menjadi hal yang sulit dihindari karena tuntutan ekonomi yang terus mendesak.

Referensi:

BBC Indonesia. (2018, June 5). Negara dengan jam kerja terpanjang di dunia. https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-44264175

CNBC Indonesia. (2025, November 15). Negara dengan jam kerja terbanyak di dunia, ada Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/research/20251115062425-128-685460/negara-dengan-jam-kerja-terbanyak-di-dunia-ada-indonesia

Safitri, B. (2024, November 11). 5 daftar negara dengan jam kerja terpanjang di dunia, Indonesia termasuk. Beautynesia. https://www.beautynesia.id/life/5-daftar-negara-dengan-jam-kerja-terpanjang-di-dunia-indonesia-termasuk/b-297267