Kehadiran Erajaya Group dalam lanskap ekonomi Indonesia telah menjadi pilar utama yang menyokong distribusi perangkat komunikasi di tanah air. Di balik gurita bisnis yang kini menaungi ribuan gerai tersebut, terdapat sosok visioner Budiarto Halim yang secara konsisten membawa perusahaan bertransformasi dari sebuah ruko sederhana menjadi raksasa ritel nasional. Sebagai Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Budiarto tidak hanya sekadar menjual perangkat, tetapi juga membangun ekosistem gaya hidup digital yang kini merambah hingga ke mancanegara.

Profil Budiarto Halim

Lahir dan besar dengan latar belakang keluarga yang erat, Budiarto Halim merupakan figur yang menetap di Jakarta. Informasi trivial mengenai hubungan keluarganya menunjukkan bahwa ia mengelola Erajaya dengan kolaborasi yang kuat bersama kerabatnya; ia merupakan adik ipar dari Ardy Hady Wijaya dan saudara kandung dari Sintawati Halim, yang keduanya memegang posisi penting dalam struktur perusahaan. Kehidupan pribadinya jarang diterpa sorotan publik selain dari pencapaian profesionalnya yang luar biasa di bidang bisnis.

Ketajaman bisnis Budiarto tidak lepas dari latar belakang akademiknya di Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar Bachelor of Business Administration dari San Francisco State University pada tahun 1990. Sekembalinya ke Indonesia, ia mengawali karir di PT Elektrindo Nusantara pada awal 1990-an. Pengalaman kerjanya pun sangat beragam, termasuk menjabat sebagai Direktur di PT Artha Graha Sentral hingga CEO PT KIA Mobil Indonesia. Atas dedikasinya, pada tahun 2012, Budiarto dianugerahi penghargaan bergengsi “The Indonesia Entrepreneur of The Year” dari Ernst and Young sebagai pengakuan atas kepemimpinannya yang inspiratif.

Sejarah Erajaya

Awal pendirian Erajaya bermula dari rasa penasaran Budiarto pada tahun 1990-an ketika ia melihat antusiasme masyarakat yang rela antre membawa uang Rp17 juta demi sebuah ponsel di era jaringan AMPS. Pada tahun 1992, bersama Ardy Hady Wijaya, ia mendirikan toko kecil berukuran 7 x 5 meter di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Meski awalnya hanya menjual merek seperti Motorola dan Sony, ia terus berinovasi hingga pada tahun 1996 resmi mendirikan PT Erajaya Swasembada. Dengan hanya bermodal lima karyawan di satu gerai, Budiarto perlahan namun pasti mulai mendapatkan kepercayaan sebagai distributor resmi merek besar seperti Nokia.

Baca juga  Mengenal Executive: Brand Fesyen Lokal yang Konsisten Menjaga Kualitas

Strategi utama yang diterapkan Budiarto untuk mengembangkan bisnis adalah fokus pada kualitas dan pengalaman pelanggan. Di tengah persaingan ketat dengan pusat perbelanjaan seperti Roxy dan Glodok, ia membedakan diri dengan menyediakan unit contoh (live demo) yang bisa dicoba langsung oleh pelanggan serta menjamin keaslian barang yang dijual. Ia percaya bahwa kenyamanan pelanggan lebih berharga meski harga sedikit lebih mahal. Selain itu, ia melakukan langkah agresif melalui akuisisi strategis, seperti pengambilalihan Teletama Artha Mandiri (TAM) dan iBox senilai USD 18 juta, guna memperluas portofolio merek internasional di bawah naungan Erajaya.

Keberhasilan strategi tersebut membawa keuntungan luar biasa bagi Erajaya hingga saat ini. Pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19, laba bersih perusahaan melonjak hingga 107,41 persen mencapai Rp612 miliar dengan pendapatan menembus Rp34,11 triliun. Hingga Juni 2024, Erajaya telah mengoperasikan 2.113 gerai yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Diversifikasi bisnis kini telah merambah ke empat vertikal utama, yaitu Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle (seperti ASICS dan DJI), Erajaya Food & Nourishment (Bacha Coffee dan GrandLucky), serta Erajaya Beauty & Wellness (Apotek Wellings).

Pertanyaan Umum (Frequently Asked Questions)

  1. Kapan Erajaya didirikan dan oleh siapa? 

Erajaya didirikan pada tahun 1992 oleh Budiarto Halim bersama kakak iparnya, Ardy Hady Wijaya.

  1. Apa latar belakang pendidikan Budiarto Halim?

Beliau adalah lulusan San Francisco State University, Amerika Serikat, tahun 1990 dengan gelar Bachelor of Business Administration.

  1. Langkah strategis apa yang dilakukan Erajaya pada tahun 2011? 

Pada tahun tersebut, Erajaya melakukan akuisisi terhadap Teletama Artha Mandiri (TAM), melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, dan mengakuisisi iBox senilai USD 18 juta.

  1. Bagaimana performa keuangan Erajaya saat pandemi di tahun 2020? 
Baca juga  Dari Dapur Indonesia ke Hati Dunia: Mengintip Perjalanan Nostalgia Indomie

Erajaya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,44% menjadi Rp34,11 triliun dan lonjakan laba bersih sebesar 107,41% menjadi Rp612 miliar.

  1. Apa saja empat vertikal bisnis baru hasil diversifikasi Erajaya? 

Empat pilar tersebut adalah Erajaya Digital (perangkat telekomunikasi), Erajaya Active Lifestyle (olahraga dan IoT), Erajaya Food & Nourishment (makanan dan supermarket), serta Erajaya Beauty & Wellness (kesehatan dan kecantikan).

Perjalanan Budiarto Halim bersama Erajaya adalah bukti nyata dari visi jangka panjang dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Dari sebuah ruko sempit di Grogol, ia berhasil membangun imperium bisnis yang kini menjadi pemimpin pasar distribusi teknologi di Indonesia. Dengan komitmen pada inovasi, kualitas layanan purna jual, dan diversifikasi yang cerdas, Budiarto memastikan Erajaya tetap relevan dan terus berkembang menghadapi tantangan zaman di masa depan.

Referensi
Dinisari, Mia Chitra. “Profil Pendiri Erajaya Group, Salah Satu Distributor Resmi iPhone di Indonesia.” Bisnis.com, 7 September 2023. https://entrepreneur.bisnis.com/read/20230907/265/1692627/profil-pendiri-erajaya-group-salah-satu-distributor-resmi-iphone-di-indonesia.

Fortune Indonesia. “Budiarto Halim: Businessperson of the Year.” Fortune Indonesia Ranking. Diakses 24 Januari 2026. https://ranking.fortuneidn.com/businessperson-of-the-year/awardee/budiarto-halim.

Pina. “PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Profil dan Sejarah Singkat.” Pina.id, 21 Juni 2023. https://pina.id/artikel/detail/pt-erajaya-swasembada-tbk-eraa-profil-dan-sejarah-singkat-ejefy7dmy81.

Sari, Haryanti Puspa. “Budiarto Halim, Bos Besar Erajaya yang Dulu Cuma Penjual HP di Toko Kecil.” detikfinance, 16 Oktober 2022. https://finance.detik.com/sosok/d-6351601/budiarto-halim-bos-besar-erajaya-yang-dulu-cuma-penjual-hp-di-toko-kecil.

Warta Ekonomi. “Cerita Budiarto Halim dan Ardy Hady Wijaya Bangun Erajaya: Dari Ruko Kecil di Grogol hingga Sukses Akuisisi iBox dan Punya 2.000 Gerai.” Warta Ekonomi, 31 Januari 2025. https://wartaekonomi.co.id/read557413/cerita-budiarto-halim-dan-ardy-hady-wijaya-bangun-erajaya-dari-ruko-kecil-di-grogol-hingga-sukses-akuisisi-ibox-dan-punya-2000-gerai.