SHIFT Insight

Inspeksi adalah bagian penting dari quality assurance, tetapi ia memiliki batas yang jelas. Inspector dapat menemukan defect sebelum pelanggan menemukannya, tetapi pada saat itu defect sudah tercipta dan organisasi sudah membayar sebagian besar biaya untuk membuatnya.

Karena itu, pertanyaan kualitas yang lebih matang bukan hanya “bagaimana memastikan defect tidak lolos?”, tetapi “mengapa proses masih menghasilkan defect yang harus kita tangkap?”.

Perubahan pertanyaan tersebut membawa organisasi dari sorting menuju prevention, dari hasil menuju process capability, dan dari ketergantungan terhadap kewaspadaan manusia menuju desain proses yang lebih kuat.

Operational Excellence tidak menuntut organisasi menghapus inspeksi. Ia mendorong organisasi membangun proses yang semakin sedikit membutuhkan inspeksi sebagai pertahanan terakhir. Ketika kualitas benar-benar dibangun di sumbernya, pemeriksaan tetap dapat ada untuk memberikan assurance, tetapi ia tidak lagi menjadi alasan utama mengapa pelanggan menerima produk yang baik.

Kesimpulan

Menambah inspeksi adalah respons yang masuk akal ketika organisasi sedang melindungi pelanggan dari risiko yang belum sepenuhnya dikendalikan. Dalam situasi seperti itu, sorting, sampling tambahan, atau bahkan 100% inspection dapat menjadi containment yang diperlukan. Namun containment seharusnya memberi organisasi waktu untuk memperbaiki proses, bukan menjadi pengganti perbaikan tersebut.

Jika defect terus tercipta dan satu-satunya perubahan adalah semakin banyak orang yang memeriksanya, sistem kualitas memang menjadi lebih sibuk tetapi belum tentu menjadi lebih capable. Biaya inspeksi bertambah, rework tumbuh, lead time memanjang, dan organisasi tetap bergantung pada kemampuan manusia menemukan kesalahan sebelum kesalahan tersebut keluar dari pabrik.

Kualitas yang lebih matang dibangun dengan memindahkan perhatian semakin dekat ke sumber. Organisasi memahami variasi, menjaga kondisi proses, memperbaiki equipment dan metode, menggunakan poka-yoke ketika memungkinkan, serta membuat abnormalitas terlihat sebelum menghasilkan banyak produk bermasalah.

Baca juga  Sudah Punya Banyak Data, Kenapa Keputusan Masih Pakai Feeling?

Pada akhirnya, keberhasilan sistem kualitas bukan terlihat dari seberapa banyak defect yang berhasil ditemukan inspector. Keberhasilan yang lebih mendasar terlihat ketika semakin sedikit defect yang tersedia untuk ditemukan.

Jika sebuah produk harus diperiksa berkali-kali sebelum organisasi yakin mengirimkannya kepada pelanggan, pertanyaan yang paling penting mungkin bukan apakah inspeksinya sudah cukup ketat. Pertanyaannya adalah mengapa organisasi belum cukup percaya pada proses yang membuat produk tersebut.