Gethok tular atau yang lebih kita kenal dengan istilah word of mouth (WOM), merupakan peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Word of mouth adalah promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut melalui komunikasi yang dilakukan secara jujur oleh pelanggan kepada orang-orang di sekitarnya. Cara ini dianggap efektif karena mampu mendongkrak penjualan tanpa perusahaan harus mengeluarkan biaya iklan.

Para calon pembeli akan lebih percaya kepada testimony yang diberikan pelanggan sebelumnya daripada bahasa penawaran melalui iklan. Ada dua kemungkinan atas respons banyaknya merek untuk varian produk yang sama di pasar, pertama masyarakat akan merasa senang dengan banyaknya alternatif yang tersedia dan kedua masyarakat mengalami kesulitan memutuskan barang mana yang akan dibeli. Anggapan masyarakat dimana testimony merupakan opini penilaian yang dibangun secara jujur, akhirnya menjadi preferensi yang dipercaya.

Sebagai pelaku bisnis memanfaatkan strategi WOM tentu akan lebih efisien melihat biaya promosi menggunakan media sangatlah tinggi, sebagai contoh bisa dilihat rate pemasangan iklan melalui media televisi dimana biaya dihitung per detik per tayang itu pun masih ada klasifikasi harga berdasar rating acara. Bisa Anda bayangkan kalau strategi word of mouth bisa diimplementasikan secara optimal maka berapa besar nominal yang bisa kita pangkas untuk biaya iklan.

WOM terbagi menjadi 2 yaitu WOM positif dan WOM negatif, kembali lagi karena WOM merupakan opini yang jujur maka apabila ada WOM negatif maka perusahaan akan mengalami masalah. Namun sebaliknya apabila WOM positif yang tersebar maka perusahaan mendulang keuntungan. Sehingga yang menjadi penting sekarang adalah bagaimana mendapatkan pelanggan yang kemudian mampu menjadi influencers positif. Membagikan pengalaman menariknya tentang produk Anda ke orang-orang di sekitarnya.

Baca juga  Ukur Kualitas Improvementmu di OPEXCON, Pendaftaran Sudah Dibuka!

Influencers positif ini akan terbentuk dengan sendirinya tanpa paksaan atau pun dorongan dari manapun apabila mereka sudah mendapatkan pengalaman pelanggan atau yang kita kenal dengan customer experience. Pengalaman yang menarik dan unik pastinya. Apabila pelanggan sudah berada di tahap ini maka mereka akan menjadi loyal customer bagi perusahaan Anda.

[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]
Loyals customer biasanya akan melakukan beberapa hal diantaranya menjadi maniak untuk beberapa produk Anda, tidak terpengaruh dengan barang yang ditawarkan oleh kompetitor Anda meskipun ada berbagai penawaran diskon, akan cenderung memberikan masukan yang bersifat provokasi ke orang-orang di sekitarnya untuk membeli produk yang sama. Sangat efektif bukan.

Ada perbedaan penilaian pelanggan satu dengan yang lainnya, namun satu hal yang bisa Anda kontrol adalah bagaimana meningkatkan performa melalui perbaikan. Bisa Anda mulai dengan menerima, mempelajari dan kemudian memperbaiki setiap respons dari pelanggan. Sampai disini cukup simple bukan membangun customer experience?

Melihat pentingnya Customer Experience sebagai strategi marketing. Sudahkah perusahaan Anda membangun Customer Experience? Untuk membantu Anda bagaimana memahami dan membangun customer experience sebagai strategi marketing di perusahaan, Majalah Shift akan menyelenggarakan 1 Day Seminar “HOW TO CREATE AND MANAGE A PERFECT CUSTOMER EXPERIENCE” di JS Luwansa Hotel Jakarta, 29 Maret 2016. Daftarkan Anda dan rekan Anda, TEMPAT TERBATAS!

More information please visit www.opexcon.com or 021 576 3020