Pelatihan adalah tulang punggung persiapan untuk melakukan tugas-tugas dalam posisi apapun yang anda emban. Pasti sulit memikirkan suatu pekerjaan tanpa adanya pelatihan di awal, setidaknya untuk meningkatkan performa karyawan dalam melaksanakan fungsinya. Berikut sedikit pembahasan oleh Robert Apelgren, seorang reliability engineer, berdasarkan pengalamannya.

Kemudian muncul pertanyaan seperti, “Jenis pelatihan apa yang saya butuhkan untuk melakukan pekerjaan ini?”. Jika anda telah memiliki cukup pengalaman bekerja, tentunya anda sudah pernah melalui berbagai macam pelatihan di sepanjang karir anda. Sangat banyak jenis pelatihan yang dijalankan, dan semuanya memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Beberapa pelatihan miskin kualitas dan tidak terlalu menolong dalam pekerjaan, sementara yang lainnya benar-benar menjadi kiblat dalam perjalanan karir karyawan.

Lalu apa hubungannya dengan reliability engineering?

Para reliability engineer harus berurusan dengan kasus-kasus kesalahan yang berbeda setiap harinya, termasuk yang berhubungan dengan kelalaian manusia. Seringkali kasus-kasus yang berkaitan dengan kesalahan manusia ini disebabkan oleh rendahnya kualitas pelatihan yang sebelumnya diberikan. Sangat sering kita menyatakan bahwa teknisi dan operator butuh pelatihan lanjutan.

Setujukah anda, masalah inilah yang kerap kita hadapi di area lain di kehidupan? Tindakan yang berkaitan dengan finansial atau dalam kasus ini pelatihan lanjutan tidak selalu menjadi jalan keluar dari masalah. Permasalahan dasarnya adalah, menemukan perkakas yang tepat untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Kadang, pada reliability engineer ini tidak memiliki masalah apapun ketika menjalankan pelatihan, kecuali ketika mereka berurusan dengan “reliability” itu sendiri. Dalam banyak kasus, mereka tidak perlu terlibat kecuali jika ada isu-isu yang berkaitan dengan kelalaian manusia. “Kesalahan operator” atau kelalaian-manusia lainnya yang menyebabkan penyimpangan seringkali terabaikan hingga akhirnya permasalahan menggunung dan tak seorangpun dapat menghindar lagi.

Sebagai seorang reliability engineer, Apelgren berpendapat bahwa menciptakan sebuah ruang atau area khusus dimana anda dapat mencatat setiap kesalahan akibat kelalaian manusia, dan apa saja inti permasalahan yang menjadi penyebab paling potensial dari kesalahan. Melalui informasi ini, bentuk-bentuk pelatihan khusus dapat dibuat dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Bentuk-bentuk pelatihan yang mungkin dihasilkan dari pemanfaatan informasi tersebut meliputi:

  • Pelatihan general atau spesifik
  • Pelatihan informal atau formal
  • Pelatihan on the job, clasroom, atau berbasis komputer.
Baca juga  Inovasi, Jawaban atas Tantangan Zaman

Setiap pelatihan memiliki karakter yang berbeda, dan memilih salah satunya hanya berdasarkan fakta bahwa pelatihan tersebut berkaitan dengan area anda bukan berarti jaminan kesuksesan. Jika tidak ada pelatihan yang berkaitan dengan isu-isu spesifik, maka beberapa investigasi garus dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk pelatihan yang diperlukan.

Jika pelatihan telah terlanjur dijalankan, harus dilakukan tinjauan lanjutan untuk mengetahui apakah pelatihan tersebut telah menghasilkan sesuatu yang baik dan efektif? Jika tidak, apakah ada kemungkinan (menjalankan) pelatihan lain?***

Sumber: ReliablePlant.