Jika suatu perusahaan tidak mampu menciptakan budaya yang unggul dan berkomitmen sejak awal, peluang untuk meraih keberhasilan jangka panjang menjadi terabaikan. Keberhasilan ini tidak ada hubungannya dengan sehebat apa solusi atau rencana yang dimiliki perusahaan tersebut. Setiap pemimpin pasti menyadari hal tersebut. Sebuah budaya perusahaan yang unggul sangat mudah dilihat, namun menjadi sulit untuk dipraktikkan ketika semua orang terlalu larut dalam zona nyaman mereka.

Komunikasi yang efektif dan kepemimpinan merupakan dua hal penting yang menjadi kebutuhan bagi perusahaan untuk membangun budaya yang unggul dan penuh komitmen. Namun, bukan berarti setelah melaksanakan dua poin tadi, lantas langsung terjadi perubahan budaya pada perusahaan. Terdapat beberapa hal lain yang turut perlu menjadi perhatian bagi setiap perusahaan agar dapat membangun suatu kebudayaan yang unggul.

  1. Menampung semua aspirasi dan ide setiap karyawan

Setiap karyawan harus berani mengungkapkan apa yang menjadi ide dan opininya kapada tim, juga semua anggota tim yang lain harus menampung ide-ide tersebut. Lakukan hal ini setiap hari, agar terjadi keselarasan antara semua orang dalam tim. Budaya unggul tidak akan berhasil diciptakan apabila tidak ada masukan atau ide dari semua orang dalam perusahaan tersebut.

  1. Konsisten terhadap nilai-nilai personal dan semua hal yang menjadi prioritas

Tidak ada konsisntensi, tidak ada budaya. Hal tersebut merupakan sesuatu yang mutlak, karena bagaimana suatu budaya unggul dapat terbentuk apabila semua orang tidak konsisten mematuhi dan melaksanakan perubahan?

  1. Sesuaikan struktur organisasi perusahaan berdasarkan pada kekuatan individu setiap orang

Budaya tidak didefinisikan dari jabatan. Setiap kekuatan yang dimiliki oleh semua orang dalam tim harus menjadi visi dan misi dari organisasi perusahaan, sehingga menghasilkan struktur organisasi yang berlandaskan pada kekuatan seluruh bagian perusahaan. Adanya kewajiban pelaporan pada suatu divisi kepada atasannya bukanlah suatu keharusan, tetapi menjadi kesadaran bagi semua orang dalam perusahaan untuk membangun karakter budaya yang bertangung jawab.

Baca juga  Belajar Inovasi dari Kesuksesan Icons K-Pop BTS

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

  1. Fokus untuk merekrut orang yang tepat dan menangani ketidaksesuaian dengan cepat

Baik keterampilan dan pengalaman merupakan kebutuhan penentu dalam merekrut karyawan baru, namun menemukan orang yang cocok dengan nilai-nilai budaya tak kalah pentingnya dengan keterampilan dan pengalaman. Program mentoring dan pelatihan perlu dilakukan sejak awal. Pemimpin yang tidak memperhatikan kebiasaan karyawan ataupun perusahaan yang terlalu sibuk dengan pencapaian profit tidak akan pernah mendapatkan kebudayaan yang dibayangkan.

  1. Menciptakan inovasi dalam setiap proses termasuk proses produksi

Penerapan teknologi dapat menjadi inovasi yang baik sebagai fasilitas untuk meningkatkan produk juga customer support serta penjualan. Tidak hanya dalam proses produksi, namun inovasi harus diterapkan pula pada organisasi dalam semua tingkatan, dari atas hingga ke bawah.

  1. Buat standar yang jelas untuk pelaksanaan praktek industri terbaik

Secara baku, tim hanya melihat bagian dalam organisasi saja, dan cenderung membandingkan performa mereka masa kini dengan performa mereka sebelumnya atau kelompok internal lainnya. Perbandingan seharusnya hanya dilakukan dengan pesaing dan harapan pelanggan.

  1. Menciptakan peluan untuk pembelajaran secara terus-menerus

Budaya yang unggul penuh dengan orang-orang yang senang belajar, karena mereka membutuhkan adanya kesempatan untuk melakukan suatu pekerjaan baru yang menantang dan mencoba peran baru, serta memiliki akses untuk mengikuti pelatihan pengembangan. Seorang pemimpin yang sukses merupakan pelatih dan mentor yang baik.

  1. Mensponsori acara internal untuk membangun tim yang sinergis

Suatu acara perlu inspiratif dan terarah, karena tidak hanya akan membangun budaya yang dibutuhkan perusahaan, tetapi juga akan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk melakukan evaluasi perbaikan. Pastikan setiap orang benar-benar paham tentang nilai perusahaan yang diinginkan, mengenali anggota-anggota tim yang berkompeten, dan melibatkan pelanggan dan pendapat para ahli.

  1. Kenalkan budaya baru kepada pelanggan
Baca juga  6 Langkah Lakukan Improvement dengan Metode Lean

Mempromosikan budaya perusahaan yang baru dan semua inovasi yang berhasil diciptakan melalui social media dan pers akan menjadikan semua orang dalam perusahaan bangga akan pekerjaan mereka. Keberhasilan ini akan membuat perusahaan menjadi pilihan bagi pelanggan baru maupun vendor, karena setiap pelanggan maupun vendor pasti lebih mempercayai perusahaan yang telah berhasil.

  1. Tinggalkan ‘warisan’ untuk perusahaan

Sebuah ‘warisan’ merupakan suatu tujuan yang lebih besar dari pertumbuhan bisnis maupun profit. Permasalahn ataupun isu-isu akan lebih berkurang frekuensinya ketika setiap orang dalam perusahaan mengupayakan yang terbaik untuk ‘warisan’ tersebut, dan mempertahankan budaya akan menjadi prioritas. Fokus ini akan menjadikan perusahaan mengalami peningkatan sebanyak dua bahkan hingga tiga kali lipat.

 

Menciptakan budaya unggul tidak akan terjadi dalam sekejap, sehingga harus dilakukan sejak awal, karena pertumbuhan bisnis dan kesuksesan perusahaan sangat bergantung pada budayanya.