Lean Six Sigma adalah sebuah investasi menjanjikan untuk dapat melakukan penghematan biaya, jika Anda tidak mendapatkan manfaat tersebut kemungkinannya adalah ada yang salah dalam implementasinya.

Excellent people, salah satu hal terpenting dalam menjalankan inisiatif lean six sigma di organisasi adalah tingginya komitmen dan dukungan tim manajamenen perusahaan terhadap inisiatif tersebut. Benarkah para top manajemen memahami dan menerima perannya? Apakah mereka bersedia mempelajari apa itu metode lean six sigma? Jika jawabannya tidak, sudah pasti tingkat keberhasilan program Anda akan rendah.

Terkadang masalah komitmen ini diabaikan oleh organisasi. Pasalnya, memberi kepastian dengan mengatakan kami akan mendukungmu tidak akan cukup untuk membuat inisiatif perbaikan berhasil. Bahkan, sekelas Black belt sekalipun tidak akan berhasil jika tanpa keterlibatan dan dukungan penuh dari top manajemen. Hal ini termasuk komitmen manajemen untuk ikut menempatkan fokus utama pada kepuasan pelanggan dibanding upaya penurunan biaya jangka pendek.

Potensi Silo dan Cara Mengantisipasinya

Dalam pendekatan lean six sigma, setiap perusahaan biasanya memiliki susunan organisasi atau infrastruktur project untuk mendukung berjalannya program perbaikan. Tidak jarang, tim akan dipilih dan dipisahkan dari karyawan lainnya. Kondisi ini bisa mendorong kerjasama yang baik antar departemen namun di sisi lain juga bisa memunculkan silo di perusahaan.

Ketika bekerja dengan Black Belt, semua orang (yang terlibat project) memahami bahwa Black Belt bekerja keras untuk membantu mereka mengendalikan dan meningkatkan proses mereka sehingga mereka antusias mendukungnya. Namun ketika terjadi perubahan prioritas project di tengah jalan karena satu dan banyak hal maka kepercayaan satu sama lain bisa berkurang.

Bahkan dalam beberapa kasus, tim mulai membatasi diri dalam berbagi pengetahuan. Tantangan semakin bertambah jika Black Belt memiliki mindset mereka lebih unggul dibanding karyawan yang lain di dalam organisasi. Hal ini tentunya akan membawa project pada kegagalan.

Baca juga  8 Langkah Lakukan Problem Solving Secara Sistematis

Nah, untuk mengantisipasi kondisi ini manajemen harus menjalankan perannya yaitu mendorong semua Black Belt untuk berbagi pengetahuan dengan karyawan lain. Manajemen harus memastikan mereka mampu mentransfer pengetahuan dan pengalaman mereka tentang metode lean six sigma. Kenapa harus? Karena untuk mendapatkan potensi penuh dari lean six sigma, semua orang di organisasi perlu paham lean six sigma baik sebagai metode, tools, dan strategi bisnis.

Sang Akselerator: Lean Six Sigma Black Belt

Lean dan Six Sigma adalah dua metode penting untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Apa yang dibutuhkan organisasi untuk bisa mendapatkan manfaat besar dari metode ini adalah menyebarkannya ke semua karyawan di semua level termasuk para eksekutif perusahaan.

Mengutip Todaysmedicaldevelopments, pada tahun 2009, 82% dari bisnis Fortune 100 telah menerapkan praktik Lean Six Sigma ke dalam strategi bisnis mereka. Mendapat kesuksesan besar dari Lean Six Sigma mendorong Perusahaan untuk konsisten memberikan pelatihan Black Belt kepada karyawan kunci.

Black Belt, dengan pengetahuannya yang mendalam mengenai business improvement, memiliki kemampuan untuk menstimulasi sudut pandang dan cara pikir manajemen dengan mengemukakan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu, menciptakan strategi inovatif, mencari dan mengaplikasikan tool baru, melatih individu, serta memberikan tantangan bagi kebijakan lama dengan mendemonstrasikan aplikasi metodologi baru yang telah terbukti sukses. Black Belt mampu meningkatkan sigma level perusahaan dan memberikan pendapatan ekstra sebagai hasil akhirnya.

Lebih lengkapnya, berikut adalah sejumlah manfaat yang akan didapat organisasi jika mereka memiliki Black Belt:

  1. Improvement akan terhubung langsung dengan strategi bisnis perusahan
  2. Improvement akan berdampak signifikan, karena mereka mampu melihat apa yang diinginkan pelanggan dan mampu menerjemahkannya dalam Critical to Quality
  3. Improvement berjalan sesuai rencana, karena mereka memobilisasi dan memotivasi orang-orang yang tepat, pada waktu yang tepat dan cara yang benar menuju tujuan
Baca juga  Apakah ada perbedaan antara kualitas dan nilai?

Pelatihan dan Sertifikasi Black Belt

Perusahaan bisa memiliki Black Belt dengan merekrut langsung orang bersertifikasi Black Belt, namun saat ini perusahaan-perusahaan lebih memilih untuk mencetak Black Belt di organisasi dengan mengirim karyawan yang memenuhi kualifikasi dan karakter tertentu ke pelatihan.

Pelatihan Black Belt umumnya terdiri dari kelas pelatihan yang dijalankan selama beberapa hari, ujian yang ketat, dan seorang calon Black Belt diharuskan untuk memimpin dan menyelesaikan sebuah proyek improvement sebelum mendapatkan sertifikat.

Bagi Anda (dan organisasi) yang ingin memiliki Black Belt yang tidak hanya lulus sertifikasi tapi juga tangguh, pilihlah lembaga pelatihan yang berkualitas, SSCX International, sebagai partner pelatihan Anda.

SSCX memiliki program pelatihan Black Belt dengan kurikulum yang terintegrasi, lengkap dan seimbang untuk memastikan kesuksesan Black Belt dalam memimpin proyek. Black Belt akan memiliki kemampuan untuk melakukan eksekusi proyek, memberikan pelatihan internal, dan mengembangkan keterampilan dalam membimbing karyawan lain dalam lingkup lean six sigma. Semua diskusi dan pengetahuan yang diberikan dalam program ini akan meliputi seluruh lingkup industri.

Program ini sangat tepat diikuti oleh project manager, project leader, change agent, konsultan Lean Six Sigma internal di perusahaan, atau karyawan yang telah dikandidatkan sebagai Black Belt. Informasi dan pendaftaran hubungi tim SSCX di  http://wa.me/628175763021