Bagi maskapai, setiap sen yang masuk ataupun keluar menjadi pertimbangan yang sangat penting. Ketika dihadapkan pada masa untuk mendapatkan pemasukan, salah satu target yang harus dicapai oleh setiap maskapai di seluruh dunia adalah bagaimana mereka dapat membuat penerbangan mereka lebih efisien.

Dari ukuran kursi untuk mengurangi kendala pada sayap pesawat, maskapai harus secara teru-menerus menilai dan menilai kembali apa yang dapat dilakukan untuk menggunakan bahan bakar secara lebih efisien.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh setiap maskapai di dunia untuk mewujudkan efisiensi tersebut?

Membuat Setiap Komponen Pesawat Lebih Ringan

Hal ini dilakukan untuk satu alasan penting: semakin berkurang beban pada pesawat, semakin efisien pesawat akan terbang. Karena hal itulah hampir semua maskapai telah mulai memperhatikan berat setiap komponennya.

[cpm_adm id=”10576″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”] Misalnya, maskapai Lufthansa telah mengurangi berat kontainer kargo mereka pada pesawat untuk mengurangi berat keseluruhan dan menjadikan pesawat terbang lebih efisien. Tentu saja, dampaknya pun akan menuju pada efisiensi penggunaan bahan bakar.

Sebagian besar maskapai penerbangan besar dunia telah mulai mengevaluasi kembali berat keseluruhan komponen pada pesawat, dari karpet hingga kargo mereka. Setiap perubahan kecil, seperti halnya memilih model kursi yang lebih ringan atau bahkan memilih karpet yang cenderung tipis namun tetap bertahan pada kualitasnya, membuat perbedaan efisiensi yang signifikan.

Memilih Pesawat yang Lebih Baru dan Lebih Ringan

Ketika membicarakan tentang mengontrol pengeluaran, setiap senakan tetap terhitung dan memiliki dampak yang serius. Itulah sebabnya maskapai perlu mempertimbangkan dengan serius ketika dihadapkan pada kebutuhan untuk pemilihan pesawat baru. Pilihan yang paling ekonomis untuk pemenuhan tujuan jangka panjang adalah membeli pesawat baru yang lebih ringan.

Baca juga  Lima Langkah Esensial Menjadi Profesional

Misalnya, Northwest Airlines memperkirakan bahwa pesawat Airbus 330 akan mengkonsumsi bahan bakar 38% lebih sedikit dari pesawat mereka sebelumnya, DC-10. Dengan berinvestasi pada pesawat yang lebih efisien yang telah dirancang untuk terbang dengan lebih baik, maskapai tentu akan mampu melakukan penghematan biaya untuk bahan bakar.

Memanfaatkan Penggunaan Ruang dengan Lebih Efektif

Desain interior sebuah pesawat terbang menjadi aspek yang penting ketika membicarakan efisiensi pesawat. Penggunaan ruangan terbaik adalah ketika tidak ada satupun bilik atau tempat yang tidak digunakan. Misalnya, pesawat Boeing membuat kamar kecil dengan ukuran yang lebih kecil dengan menghilangkan ruangan cadangan di belakang wastafel, yang sebagai gantinya memungkinkan penambahan kursi penumpang sejumlah maksimal 4 kursi.

Terbang dengan Lebih Efisien

Membuat sebuah pesawat terbang lebih efisien bukan hanya pada berat fisik dan pemanfaatan penggunaan interior dalam pesawat. Namun, bagaimana cara pesawat terbang dan bagaimana menggunakan bahan bakar juga menjadi poin yang perlu mendapat perhatian. Desain pesawat yang ramping, seperti menggunakan perangkat ujung sayap untuk mengurangi terjadinya drag selama pesawat terbang di udara serta masalah kecepatan juga dapat meningkatkan efisiensi dari sebuah pesawat.

Dengan memilih untuk terbang dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah, pesawat dapat menghemat penggunaan bahan bakar tanpa memunculkan dampak pada penerbangan. Maskapai juga harus memberikan perhatian pada rencana penerbangan mereka untuk memastikan rute yang dipilih merupakan rute yang paling efisien.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Perhatikan Setiap Detailnya

Ketika suatu maskapai dihadapkan pada fokus untuk memiliki pesawat terbang yang lebih baik, lebih efisien, dan juga lebih ringan, setiap detil hingga yang terkecil akan menjadi hal penting yang wajib diperhitungkan.

Baca juga  3 Mindset yang Mendorong Budaya Continuous Improvement

Misalnya, maskapai Virgin Atlantic memperkirakan bahwa mereka bisa menyimpan biaya mereka hanya dengan menggunakan desain nampan makanan yang baru yang akan memungkinkan untuk menampung lebih banyak makanan untuk dibawa, yang pada dasarnya akan mengurangi adanya gerobak atau kargo makanan yang dibutuhkan. Jelas, dampaknya adalah mengurangi beban internal pesawat yang menjadikan pesawat lebih ringan.

Bahkan rincian yang sepele seperti menjaga kebersihan pesawat pun akan membuat perbedaan, sebagaimana adanya kotoran akan memunculkan masalah dan mengurangi efisiensi penggunaan bahan bakar.

Dengan menggunakan air yang lebih sedikit untuk kamar mandi, atau dengan memberikan perangkat otomatis kepada penumpang dan bukannya petunjuk manual berupa kertas pun tak luput dari perhatian untuk mewujudkan penghematan bagi penerbangan.

Setiap hal kecil juga berperan ketika tiba pada masalah penghematan biaya dan efisiensi penggunaan bahan bakar. Saat pesawat telah menjadi lebih ringan dan efisien, maskapai akan mampu menekan tagihan bahan bakar yang ditujukan pada mereka. hal tersebut merupakan satu perbedaan besar yang akan berpengaruh untuk anggaran mereka, yang juga akan berpengaruh pada penumpang. Misalnya, harga tiket dari maskapai tersebut yang menjadi lebih murah.***