Design of Experiment atau disingkat DoE, merupakan salah satu tools six sigma yang paling berharga yang digunakan untuk menemukan data-data yang tersembunyi dalam sejumlah besar data yang tersedia. Desain Eksperimen adalah satu pendekatan terstruktur yang mampu mengidentifikasi daktor-faktor dalam suatu proses yang berkontribusi terhadap efek tertentu. Tools ini pada akhirnya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung adanya ide-ide dan inovasi untuk menuju continuous improvement.

Karena prinsip-prinsip dasar dari sebab akibat telah diimplementasikan pada hampir seluruh sektor industri, eksperimen pun dapat dirancang dan diterapkan di setiap tahapan proses dalam bidang apapun, baik itu kesehatan, manufaktur maupun jasa. Desain eksperimen adalah metode terstruktur yang menentukan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan output variabel dari proses tersebut.

Selain itu, DoE juga berfungsi untuk memverifikasi apakah hubungan sebab dan akibat tersebut benar-benar ada, dan untuk kemudian mengidentifikasi penyebab variasi.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Cara Kerja Design of Experiments

Desain Eksperimen dalam six sigma menggunakan teknik statistik yang populer untuk memudahkan pemahaman dan pengendalian variasi. Pemahaman inilah yang akhirnya akan meningkatkan prediktabilitas dari proses bisnis.

Metode eskperimental ini pertama kali digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang sebelumnya tidak terdefinisi dan juga interaksi di antaranya. Hal ini dilakukan dengan menciptakan eksperimen yang strategis dimana faktor-faktor kontrol digunakan untuk menentukan faktor mana yang memiliki dampak terbesar terhadap karakteristik kualitas.

Dengan mengamati eksperimen yang dilakukan secara sistematis diikuti dengan pengukuran hasil secara statistik, data-data yang penting pun dapat dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami signifikansi dari faktor-faktor yang berbeda untuk variabel proses secara keseluruhan.

Konsep Dasar Design of Experiments

Baca juga  Mengenal 5 Right Approach, Pendekatan untuk Memilih Project secara Efektif

Konsep dasar dari desain eksperimen adalah faktor, tingkatan, dan respon. Sederhananya, faktor hanyalah sebagai variabel yang independen, tidak kurang ataupun lebih. Dalam sebuah percobaan, faktor inilah yang sengaja dibuat bervariasi dengan cara yang telah ditetapkan.

Tingkatan atau level, adalah faktor yang sengaja divariasikan, yang dapat ditunjukkan dalam bentuk diskrit – misalnya kehadiran atau absensi – atau numerik. Eksperimen biasanya dilakukan dalam dua – atau terkadang tiga tingkatan untuk setiap faktor; setiap tingkatan yang terpisah merupakan eksperimen yang sedang berlangsung. Hasilnya diukur dari setiap proses dalam      setiap tingkat kombinasi faktor. Perlu diketahui dan diingat bahwa respon pun dapat berbentuk diskrit atau numeral seperti halnya tingkatan.

Sebuah desain eksperimental yang baik memastikan beberapa faktor telah bervariasi dalam urutan yang tepat dan dapat dikendalikan. Dengan rancangan ini, respon data pun akhirnya dapat dikumpulkan.

Pentingnya Randomisasi

Menggabungkan semua faktor yang ada dan semua tingkatan dapat dengan mudah menjadikan proyek yang sedang dilakukan terlalu mahal dan terlalu besar, sehingga tim harus membuat pemangkasan faktor mana yang memberikan informasi yang paling berguna bagi keseluruhan.

Untuk mencapai hal ini, urutan dalam percobaan tersebut haruslah acak. Pengacakan atau randomisasi ini sangat penting untuk memberikan semua faktor eksternal kesempatan yang sama dalam hal mempengaruhi setiap proses eksperimen.

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Eksperimen non-acak akan berisiko pada faktor eksternal yang bertindak dengan cara yang sistematis, yang mana akan berdampak pada bertambahnya noise yang tidak diinginkan sebagai respon. Beberapa set eksperimental – yang biasanya disebut dengan replikasi – akan memberikan lebih banyak data dan kepastian yang lebih besar dalam mengevaluasi hasilnya. Jika anggaran yang dimiliki oleh organisasi memungkinkan, melalukan lebih dari satu kali ulangan akan memberikan hasil yang lebih baik.

Baca juga  3 Mindset yang Mendorong Budaya Continuous Improvement

Desain eksperimen yang sukses ditandai dengan munculnya hubungan antara perubahan dari setiap faktor dengan perubahan dari responnya. Setelah hubungan ini dipahami dengan baik, mereka dapat dibunakan untuk menemukan suatu solusi yang praktis juga efisien untuk melakukan proses perbaikan dan pengurangan variasi.

Desain eksperimenadalah bagian penting dari metodologi six sigma yang memungkinkan organisasi melihat ke dalam jantung proses bisnis mereka dan hal-hal apa saja yang benar-benar mengarahkan mereka menuju tujuan.***

Sumber: sixsigmadaily.com