Bukit Asam (PTBA)  tengah mengerjakan berbagai macam proyek hilirisasi, diantaranya yaitu PLTU Mulut Tambang Sumsel-8. PLTU berkapasitas 2×620 MW ini merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai US$ 1,68 miliar. Saat ini pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 75,6% dan diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada Maret tahun 2022.

Bukit Asam juga melakukan pengembangan PLTS. Ekspansi bisnis perusahaan ke sektor energi baru dan terbarukan juga mulai bergulir. Salah satu bukti yakni Commercial Operation Date (CoD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II (Persero). PLTS beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020.

Kesuksesan kerja sama PLTS ini mendorong PTBA dengan AP II untuk menjajaki pembangunan PLTS di sejumlah bandara-bandara lainnya yang dikelola AP II. PLTS kerjasama PTBA dan AP II tersebut berupa 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC).

PTBA juga berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di lahan pasca tambang milik perusahaan yang berada di Ombilin, Sumatera Barat, dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Masing-masing lahan bekas tambang akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 200 MW. Saat ini PLTS sedang dalam tahap pembahasan dengan PLN untuk bisa menjadi Independent Power Producer (IPP).

Proyek Gasifikasi Pertama di Indonesia

Bukit Asam juga memiliki proyek gasifikasi batu bara,pertama hilirisasi gasifikasi batu bara di Tanjung Enim dan yang kedua, Kawasan Industri – Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) – Tanjung Enim, ini merupakan proyek gasifikasi batu bara pertama di Indonesia.

Pada kuartal I 2021, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba sebesar Rp 500,5 miliar dengan total pendapatan mencapai Rp 3,99 triliun. Kemudian sebagai langkah antisipatif PTBA di tengah pandemic Covid-19, PTBA terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi. Langkah-langkah efisiensi pun tak menghambat Perseroan untuk tetap tumbuh.

Jumlah total aset perseroan meningkat 2% hanya dalam 3 bulan, dari Rp 24,1 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 24,5 triliun pada akhir Kuartal I Tahun 2021. Peningkatan aset ini selaras dengan penurunan liabilitas dari Rp 7,1 triliun pada akhir pada tahun 2020 menjadi Rp 6,9 triliun pada akhir Kuartal I Tahun 2021. Sementara itu, total ekuitas PTBA tetap meningkat dari Rp 16,9 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 17,6 triliun pada Kuartal I Tahun 2021.

Baca juga  Kemenperin Dukung Penuh Pengembangan Startup Teknologi.

Transformasi Terbaru Bukit Asam

Ingin tahu bagaimana strategi dan inovasi terbaru yang telah disiapkan Bukit Asam untuk menjadi perusahaan terbaik di dunia? Simak pemaparan langsung dari Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto di acara Webinar SHIFT Indonesia dengan tema “How Mining Industry Can Improve and Transform in Uncertainty Era” pada Kamis, 27 Mei 202 Pukul 09.30 – 12.00 WIB via Zoom.

Daftarkan diri Anda sekarang juga melalui http://bit.ly/REGWebinar-270521

Salam Improvement!

#SHIFTIndonesia
#OPEXCON