SHIFT SSCX Just in time dan pull sistem

Pull system dan just in time (JIT) adalah konsep dalam Lean yang digunakan dalam sistem produksi. Pull system adalah sistem tarik yang berarti menggunakan sinyal dari konsumsi pemakaian produk yang dihasilkan untuk memulai produksi. Pull system ini digerakkan oleh end customer atau pelanggan sebagai proses selanjutnya.

Ilustrasinya seperti ini, gelas yang berisi air jika kita isi terus menerus akan penuh air dan tumpah. Maka perlu ada sinyal yang memberi tahu kapan waktunya mengisi air, yaitu pada saat isi gelas mulai berkurang karena sudah diminum.

Hal yang sama juga terjadi dalam sistem produksi, jika produksi hanya bergantung pada rencana sedangkan aktual konsumsi produknya bervariasi, maka yang akan terjadi adalah adanya kemungkinan stok berlebih atau stok kosong yang diakibatkan oleh aktual konsumsi dan pengiriman yang bervariasi.

Konsep pull system ini sebagai jawaban atas konsep push system atau sistem dorong. Dimana produksi menggunakan sinyal dari perencanaan yang mengandalkan forecast untuk menentukan item apa yang perlu diproduksi dalam jumlah tertentu. Yang pada kenyataannya adalah seringkali terjadi variasi sehingga menimbulkan kerugian dalam hal pemenuhan pengiriman dan stok inventori yang berlebih.

Konsep pull ini juga dikenal sebagai JIT atau just in time, yaitu memproduksi sesuatu hanya sesuai kebutuhan saja dengan tujuan mencapai 3 elemen R, yaitu right product, right quantity, at the right time.

Namun demikian, konsep JIT tetap memiliki keterbatasan yaitu karena menggunakan stok level sebagai pemicunya maka variasi pada permintaan akan difaktorkan dalam safety level. Jika variasinya sangat tinggi maka konsekuensi yang akan diterima adalah jumlah safety stock yang sangat tinggi. Semakin tinggi variasinya dan semakin besar service level nya maka jumlah safety stock akan naik secara drastis.

Baca juga  Inspirasi dari Lapangan: Pelajaran Operational Excellence dari Permainan Basket

Keterbatasan yang lain adalah konsep JIT mengharuskan proses yang benar-benar handal dan stabil. Mengingat jumlah stok terbatas dan sangat tergantung pada mekanisme replenish. Karena jumlah output yang dikeluarkan dan waktu yang dibutuhkan harus presisi. Jika terjadi variasi output yang tinggi pada proses akibat yield yang rendah ataupun mesin yang tidak handal maka justru akan menimbulkan masalah dalam pemenuhan pengiriman.***