Tidak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan berbagai produk dari Mayora. Mulai dari biskuit Roma Kelapa yang kerap hadir saat momen Lebaran, permen kopi Kopiko yang legendaris, hingga camilan populer seperti Beng-Beng, Astor, dan minuman Energen maupun Torabika. Produk-produk ini telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, bahkan lintas generasi. Kehadiran Mayora bukan hanya terasa di pasar domestik, tetapi juga di berbagai belahan dunia, menjadikannya salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar asal Indonesia.
Asal-usul Mayora
PT Mayora Indah Tbk sendiri merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang makanan dan minuman olahan. Berdiri secara resmi pada 17 Februari 1977 dan mulai beroperasi pada 1978, perusahaan ini telah berkembang menjadi entitas global dengan distribusi produk yang menjangkau lima benua. Cikal bakal bisnis ini bahkan sudah dimulai sejak 1948, ketika keluarga pendirinya memulai usaha biskuit rumahan.
Sosok di balik berdirinya Mayora adalah Jogi Hendra Atmadja, bersama Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia. Hingga kini, Jogi Hendra Atmadja masih menjabat sebagai Komisaris Utama, sementara posisi Direktur Utama dipegang oleh Andre Sukendra Atmadja sejak 2011, yang merupakan generasi penerus keluarga. Di bawah kepemimpinan ini, Mayora terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten baik di pasar domestik maupun internasional.
Strategi dan Kesuksesannya
Dalam operasionalnya, Mayora mengelompokkan produknya ke dalam dua kategori besar, yaitu makanan olahan dan minuman olahan, yang kemudian terbagi ke dalam enam divisi utama: biskuit, kembang gula, wafer, cokelat, kopi, dan makanan kesehatan. Dari divisi-divisi ini lahir berbagai merek terkenal seperti Roma, Kopiko, Beng-Beng, Choki-Choki, Torabika, hingga Energen. Salah satu terobosan penting Mayora adalah peluncuran Kopiko pada awal 1980-an, yang dikenal sebagai permen kopi pertama di Indonesia. Inovasi ini terbukti sukses besar dan menjadi salah satu produk unggulan yang mendorong ekspansi global perusahaan. Selain itu, Mayora juga merambah pasar minuman dengan produk seperti Teh Pucuk Harum dan air mineral Le Minerale, menunjukkan fleksibilitasnya dalam membaca peluang pasar.
Keberhasilan Mayora mempertahankan eksistensinya hingga saat ini tidak lepas dari strategi bisnis yang terencana dan berkelanjutan. Salah satu kunci utamanya adalah diversifikasi produk yang luas namun tetap terintegrasi. Dengan terus menghadirkan inovasi berbasis produk yang sudah ada, Mayora mampu menjangkau berbagai segmen pasar tanpa kehilangan identitas merek.
Jargon “Satu Lagi dari Mayora” menjadi simbol konsistensi inovasi tersebut. Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan ekspansi global, dengan produk yang kini telah hadir di lebih dari 100 negara. Strategi komunikasi korporasi yang transparan turut memperkuat kepercayaan publik, termasuk melalui laporan keuangan yang terbuka dan informasi yang jelas bagi investor. Di sisi lain, perhatian terhadap tanggung jawab sosial, lingkungan, serta kualitas produk menjadi fondasi penting dalam menjaga reputasi perusahaan.
Kinerja keuangan Mayora juga mencerminkan keberhasilan strategi tersebut. Pada tahun 2023, perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp31,48 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih pun melonjak signifikan hingga Rp3,19 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Angka ini menegaskan bahwa kombinasi antara inovasi produk, ekspansi pasar, dan tata kelola perusahaan yang baik telah menjadikan Mayora sebagai salah satu pemain utama di industri FMCG, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah global.
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Siapa sosok kunci di balik pendirian Mayora dan sejak kapan akar bisnis biskuit keluarga ini dimulai?
Sosok utamanya adalah Jogi Hendra Atmadja, bersama Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia. Meskipun PT Mayora Indah Tbk resmi berdiri pada 1977, cikal bakal bisnis biskuit rumahan keluarga ini sudah dimulai sejak tahun 1948.
- Apa saja enam divisi utama kategori produk yang dikelola oleh Mayora?
Enam divisi tersebut adalah biskuit, kembang gula (permen), wafer, cokelat, kopi, dan makanan kesehatan.
- Apa inovasi produk Mayora di awal tahun 1980-an yang menjadi pelopor di kategorinya dan sukses mendunia?
Produk tersebut adalah Kopiko, yang dikenal sebagai permen kopi pertama di Indonesia. Keberhasilan inovasi ini menjadi salah satu pendorong utama ekspansi global perusahaan.
- Apa makna di balik jargon “Satu Lagi dari Mayora” dalam strategi bisnis mereka?
Jargon tersebut merupakan simbol konsistensi inovasi. Strategi ini menunjukkan kemampuan Mayora untuk terus menghadirkan variasi produk baru yang luas namun tetap terintegrasi dengan identitas merek induknya.
- Bagaimana performa keuangan Mayora pada tahun 2023?
Mayora menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat dengan mencatat penjualan sebesar Rp31,48 triliun dan lonjakan laba bersih mencapai Rp3,19 triliun.
Mayora telah membuktikan diri sebagai representasi kekuatan industri FMCG Indonesia di kancah global. Keberhasilannya berakar pada transisi yang mulus dari usaha rumahan menjadi korporasi modern yang dikelola secara profesional oleh generasi penerus keluarga Atmadja. Kekuatan utama Mayora terletak pada diversifikasi produk yang sangat tajam—mulai dari Roma hingga Le Minerale—serta keberanian untuk melakukan ekspansi internasional ke berbagai negara. Dengan kombinasi inovasi yang tiada henti, tata kelola perusahaan yang transparan, dan kinerja keuangan yang solid, Mayora tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi telah membangun reputasi global yang mengangkat standar brand asal Indonesia di mata dunia.
Referensi
Afrianto, Ricky. n.d. “Ricky Afrianto Ungkap Strategi Mayora Hadapi Persaingan di Industri FMCG.” Campaign Indonesia. Accessed March 27, 2024.https://www.campaignindonesia.id/article/ricky-afrianto-ungkap-strategi-mayora-hadapi-persaingan-di-industri-fmcg/1900122.
Bibit. 2024. “Strategi Diversifikasi Bisnis yang Menjadi Rahasia Sukses Mayora.” Artikel Bibit.https://artikel.bibit.id/investasi1/strategi-diversifikasi-bisnis-yang-menjadi-rahasia-sukses-mayora.
Hipwee. n.d. “Kisah Sukses Mayora: Dari Garasi Rumah Hingga Jadi Raksasa Makanan Global.” Hipwee. Accessed March 27, 2024.https://www.hipwee.com/sukses/kisah-sukses-mayora/.
Inilah.com. n.d. “Profil Andre Sukendra Atmadja.” Inilah.com. Accessed March 27, 2024.https://www.inilah.com/andre-sukendra-atmadja.
Liputan6. 2022. “Profil PT Mayora Indah Tbk, Perusahaan Manufaktur Besar Asal Indonesia.” Liputan6, November 29, 2022.https://www.liputan6.com/hot/read/5139311/profil-pt-mayora-indah-tbk-perusahaan-manufaktur-besar-asal-indonesia.
Mayora Indah. n.d. “Riwayat Singkat Perusahaan.” PT Mayora Indah Tbk. Accessed March 27, 2024.https://www.mayoraindah.co.id/content/Riwayat-Singkat-Perusahaan-33.
Olenka. 2023. “Kisah Jogi Hendra Atmadja Dirikan Mayora Group: Dari Gelar Dokter Jadi Pebisnis Andal.” Olenka, August 15, 2023.https://olenka.id/kisah-jogi-hendra-atmadja-dirikan-mayora-group-dari-gelar-dokter-jadi-pebisnis-andal.
SWA. 2024. “Mayora Ekspansi ke 100 Negara, Bukti Kekuatan Brand Lokal.” SWA Online, January 15, 2024.https://swa.co.id/read/460626/mayora-ekspansi-ke-100-negara-bukti-kekuatan-brand-lokal.
Zahara, Fathurrahman, and Muhammad Iqbal. 2023. “Analisis Strategi Pemasaran Internasional PT. Mayora Indah Tbk Dalam Menembus Pasar Global.” Al-Adalah: Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam 8, no. 1: 12-25.https://ejurnalqarnain.stisnq.ac.id/index.php/ALADALAH/article/view/1236.
