Kini dunia medis berpeluang lebih besar menyelamatkan jiwa pasien rawat jalan. Mahasiwa Universitas Indonesia berhasil menciptakan teknologi yang mampu memantau kondisi kesehatan pasien dari jarak jauh secara real time. Alat itu bernama Real Time Telemonitoring System (RTTS).

Sejumlah Mahasiswa UI berkolaborasi melakukan Inovasi. RTTS lahir dari tangan-tangan mahasiswa Teknik (Mesin, elektro dan komputer) dan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Ide inovasi RTTS muncul dari tingginya angka kematian, terutama pasien rawat jalan, akibat keterlambatan penanganan medis. Selain itu distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan yang belum merata menjadi faktor penyebab tingginya angka kematian pasien rawat jalan.

RTTS memudahkan tenaga spesialis kesehatan mengkaji kondisi kesehatan pasien dari jarak jauh. Tentunya hal ini akan memberikan nilai tambah pada layanan kesehatan Rumah Sakit. Bisa dibayangkan jika inovasi tersebut digunakan dalam sistem manajemen Rumah Sakit, akan memotong siklus operasional dan memberikan dampak penghematan biaya.

Selama ini terdapat ketimpangan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dan Rumah Sakit dengan jumlah permintaan dan kebutuhan medis bagi pasien. Monitor perkembangan kesehatan jarak jauh secara real time akan memberikan kemudahan bagi tenaga medis untuk mengikuti perkembangan pasien, khususnya pascakritis. Sehingga risiko keterlambatan penanganan medis bisa dikurangi bahkan dihindari.

Bentuk fisik RTTS berupa single board computer yang terhubung ke jaringan internet dengan ketahanan baterai hingga 13 jam, dan bisa diisi ulang. Dengan ukuran sebesar kotak P3K dengan berat 2 kilogram dengan 3 sensor kardiovaskular, RTTS tak menyulitkan pergerakan pasien. RTTS nampak cukup efisien dari sisi bentuk dan cara kerja.

Dunia medis dan layanan kesehatan mesti mengapresiasi inovasi anak-anak muda yang peduli dengan manajemen industri kesehatan. RTTS bisa jadi benar-benar memberikan solusi bagi permasalahan penanganan pasien rawat jalan, pascakritis. Ke depan para pemangku kebijakan di dalam industri kesehatan perlu mendorong inovasi dan alternatif problem solving
melalui pengembangan teknologi dan sumberdaya manusia. []

Baca juga  Ragam Manfaat dari OPEXCON Project Competition 2024