“Mobil ini sejatinya adalah mobil manual yang diberi aktuator hidrolis yang dikontrol melalui TCM (Transmission Control Modul). Ketika mobil ganti gigi akan ada sensasi hentakan, seolah-olah mobil seperti mengganti gigi, injak kopling setengah,” ungkap Anton Hari Wirawan, seorang test driver. Anton menjajal keunggulan salah satu mobil besutan Suzuki yang menggunakan inovasi terbaru, aplikasi AGS (Auto Gear Shift) di jalanan ibukota.

AGS merupakan aplikasi teknologi terbaru PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) di kelas mobil LCGC (Low Cost Green Car). PT SIS merupakan produsen mobil pertama yang mengaplikasi AGS di kelas LCGC, sebagai wujud customer oriented dalam setiap pengembangan produk.

Mobil LCGC Suzuki mengandalkan mesin bertipe K10B dengan teknologi DOHC yang memiliki kapasitas silinder 998cc. Mesin cukup bertenaga, mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 68PS/6.200rpm dan torsi maksimum mencapai 90Nm/3.500rpm. Plus sistem pembakaran berteknologi Multi Point Injection yang membuat mobil kian irit, ramah lingkungan.

Melalui aplikasi AGS, pengendara akan merasakan perpindahan gigi dalam waktu yang optimal, nyaman layaknya berkendara mobil bertransmisi otomatis dan hemat bahan bakar seperti mobil bertransmisi manual. Pun, produk Suzuki itu berhasil meraih keunggulan dengan menggabungkan dua tipe transmisi, manual dan otomatis. Suzuki nampaknya cukup sukses menciptakan inovasi brilian di tengah ketatnya persaingan industri otomotif serta ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Inovasi bermula dari ide para insinyur Suzuki di Jepang setelah melihat kebutuhan masyarakat Indonesia untuk memiliki mobil harga terjangkau “rasa metic”. Ditambah kebutuhan atas city car di kota-kota padat penduduk seperti Jakarta, mobil beraplikasi AGS tentunya mampu mempertahankan keunggulan di kelasnya dengan tetap mengedepankan karakter efisien.

Tak heran jika penjualan mobil produk Suzuki yang menggunakan aplikasi AGS meningkat
sampai 2 persen, meski situasi ekonomi sedang menurun. Umumnya, pengemudi mengakui
keunggulan inovasi teknologi transmisi AGS karena mampu mengatur kecepatan kendaraan
sesuai kebutuhan dan kondisi jalan. Hal tersebut mampu dilakukan lantaran akuator
hidrolik bekerja dengan tingkat presisi tinggi, dikendalikan secara elektronis oleh electronic control unit (ECU). Selanjutnya transmission control modul (TCM) mengontrol kinerja kopling, persneling dan mesin selaras kinerja AGS. []

Baca juga  Mengantisipasi resistensi dalam proses transformasi