Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2020 pada Rabu (28/4/2021), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membagikan dividen sebesar 40% dari total laba bersih atau senilai Rp 7,05 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan pergantian direksi dan komisaris.

Dewan Komisaris Baru

Komisaris Utama : Abdul Kadir
Komisaris : Dwi Ary Purnomo
Komisaris : Subandi Sardjoko
Komisaris Independen : Musthofa Fauzi
Komisaris Independen : Kamelia Faisal

Dewan Direksi Baru Direktur Utama : Verdi Budidarmo
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Lina Sari
Direktur Pengembangan Bisnis : Imam Fathorrahman
Direktur Produksi & Supply Chain : Andi Prazos
Direktur Umum & Human Capital : Dharma Syahputra

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan nama, dan per tanggal 28 Februari 2020 menjadi PT Kimia Farma Tbk.

Sumber: kimiafarma.co.id

Baca juga  Hannover Messe 2021: Industri Nasional Mendunia