Six sigma dikenal sebagai salah satu inisiatif yang sangat bernilai dengan potensi yang sangat besar untuk pengembalian investasi, atau dalam dunia ekonomi dikenal dengan istilah ROI (Return of Investment). Namun, selalu ada risiko yang berjalan bersisian dengan hal tersebut. Langkah awal yang salah, kurangnya komitmen, juga kurangnya perencanaan akan berakibat hasil yang tidak memuaskan. Mengingat kompleksitas dari proses six sigma tadi, salah satu poin yang perlu mendapatkan perhatian yang cukup adalah dengan meminimalkan terjadi risiko kegagalan dan meningkatkan nilai ROI dengan memperbaiki proses dari six sigma untuk menjadi lebih baik, hemat biaya dan mempersingkat waktu.

Theory of Constraints atau Teori Kendala yang dicetuskan oleh Eliyahu Goldratt menjadi satu metodologi yang tepat untuk melakukan perbaikan proses. Teori Kendala – yang disingkat dengan TOC – meneliti dan menilai cara berpikir dari satu individu untuk menemukan solusi sederhana dari permasalahan atau segala kendala yang dihadapi, juga termasuk faktor psikologis dari organisasi yang akan mengimplementasikan solusi tersebut. Segala hal yang akan membatasi kinerja organisasi dapat didefinisikan sebagai kendala. Hanya beberapa dari kendala tadi – yang mana membatasi pengembangan solusi yang inventif – akan aktif pada waktu tertentu. TOC memiliki 5 tahapan, yaitu:

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

  • Identifikasi kendala, dimana dilakukan identifikasi terhadap segala keterbatasan sumber daya yang hanya menghambat tercapainya tujuan.
  • Eksploitasi kendala, mengeksplor bagaimana mengelola kendala untuk memberikan masukan yang dibutuhkan dalam memaksimalkan output.
  • Subordinasi dan sinkronisasi kendala, melakukan pengelolaan terhadap kendala-kendala tersebut. Dalam melakukannya dibutuhkan keselarasan dari proses atau faktor yang menghambat tujuan yang diinginkan.
  • Meningkatkan kinerja kendala, jika telah dilakukan pengelolaan dan ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, lakukan solusi alternatif untuk meningkatkan kapasitas dan juga outputnya. Hal ini dikarenakan apabila kendala ini tidak berhasil dipecahkan, akan muncul kendala lainnya yang hanya akan menambah masalah.
  • Menghilangkan kendala dan evaluasi ulang terhadap langkah-langkahnya, dimana suatu kendala dikatakan hilang apabila tidak timbul lagi rintangan untuk mencapai tujuan utama, namun, tujuan tersebut masih belum tercapai. Yang perlu dilakukan adalah memulai lagi langkah awal untuk mengidentifikasi kendala lainnya.
Baca juga  Antara Lean dan Agile, Mana yang Lebih Efektif di Masa Kini?

TOC bukanlah metode kuantitatif khusus, melainkan suatu algoritma yang logis yang sangat sesuai sebagai aplikasi tambahan dalam berbagai macam proses. Awalnya mungkin akan terjadi suboptimisasi, tetapi upaya perbaikan yang terus-menerus dan juga berkelanjutan pada akhirnya akan menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuan utama mereka, dan secara konsisten akan menghasilkan perbaikan-perbaikan kecil. Pada intinya, implementasi TOC adalah untuk memahami lebih dalam mengenai masalah yang muncul, bagaimana solusi yang ada dan akan digunakan, dan bagaimana akhirnya menerapkan solusi yang dipilih dalam pola pikir setiap karyawan dan organisasi.

Aplikasi TOC dalam Six Sigma

Dalam menerapkan TOC untuk proses implementasi six sigma, langkah pertama adalah mengidentifikasi kendala.

Apa itu kendala? Kendala adalah variabel yang yang dapat mempengaruhi keberhasilan inisiatif six sigma.

Setelah kendala berhasil diidentifikasi, dieksplor dan dilakukan subordinasi, sebuah rencana yang digambarkan dalam bentuk pohon transisi mulai dikembangkan untuk mencapai tujuan keberhasilan pelaksanaan inisiatif six sigma.

Setelah rencana tadi diimplementasikan, berikutnya dilakukan evaluasi ke arah tujuan yang hendak dicapai dan membuat penyesuaian yang diperlukan. Inisiatif six sigma harus selalu dievaluasi untuk menemukan hambatan dan kendala, baik itu dalam proses produksi, biaya, maupun ketersediaan sumber daya yang berkualitas. Rencana pelaksaan harus mencerminkan adanya perubahan untuk merefleksikan pencapaian tujuan yang diinginkan.

Mengoptimalkan Six Sigma

SIPOC, atau supplier, input, process, output, and costumer merupakan jajaran tools yang hebat dalam hal mengidentifikasi berbagai pelaku dan informasi yang berkaitan dengan six sigma. Mereka menggunakan langkah-langkah proses, menginput semua langkah-langkah dan juga sumber-sumber yang mereka miliki. Di sisi lain, SIPOC juga mengidentifikasi output proses serta tujuan mereka untuk lebih memahami masukan pelanggan dengan lebih baik.

Baca juga  Dua Hal Esensial untuk Menciptakan Perubahan

SIPOC menggabungkan aliran proses yang optimal untuk dapat mengimplementasikan six sigma secara lebih efektif. Langkah-langkah prosesnya mencerminkan modifikasi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kinerja. Sebagai contoh, jika seorang CEO berkomitmen untuk menerapkan six sigma, SIPOC menunjukkan masukan-masukan yang dibutuhkan agar komitmen tersebut dapat dipenuhi secara sempurna. Biasanya, perencanaan six sigma juga meliputi input seperti daftar prioritas proyek, pelatihan, strategi yang digunakan untuk implementasi six sigma, sumber dana yang digunakan untuk biaya pelatihan dan coaching, juga evaluasi.

Modifikasi lainnya dalam implementasi six sigma akan turut menerapkan sistem pengukuran kinerja perusahaan, misalnya six sigma scorecard bisnis atau balanced scorecard, pengukuran atau auditing di setiap divisi, proses kinerja, dan komunikasi dengan para top manajemen. Sebuah scorecard yang baik dilakukan untuk mempertahankan inisiatif six sigma dalam jangka panjang. Selain scorecard, para tim leader harus memperbarui inisiatif six sigma dengan beberapa perubahan.

[cpm_adm id=”10576″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Mengelola Kendala untuk Mengoptimalkan Hasil

Sangat banyak hambatan ataupun kendala yang berhasil diidentifikasi dengan menggunakan implementasi TOC dalam proses, misalnya perencanaan, komunikasi, kinerja sistem, bahkan hingga budaya organisasi. faktor-faktor yang perlu dimanfaatkan mencakup pemahaman dari para pemimpin mengenai six sigma. Menariknya, sebagian faktor-faktor ini adalah satu proses yang saling terkait, yang mana pendekatannya harus pada pelaksanaan proses yang tepat.

Mengoptimalkan six sigma telah menjadi satu kebutuhan khusus untuk mengurangi biaya implementasi dari pendekatan ini dan memaksimalkan investasi dalam six sigma. TOC menjadi satu metodologi yang dinilai paling baik untuk mengoptimalkan six sigma. Aplikasi umum dari TOC untuk implementasi six sigma dengan menggarisbawahi faktor-faktor di atas akan mengarah pada keberhasilan dari implementasi six sigma tersebut.***

Baca juga  The Power of Daily Improvement

Sumber: qualitydigest