Dalam menciptakan sebuah produk, isi memang hal yang paling penting. Namun bukan berarti Anda bisa meremehkan sebuah packaging atau kemasan produk. Karena kemasan memiliki “kekuatan” tersendiri dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli sebuah produk atau tidak.

Pasti Anda familiar dengan pemandangan di sebuah supermarket, di mana seorang pelanggan mendorong trolley sambil memilih-milih produk dengan memandang kemasannya satu per satu. Ini merupakan salah satu bukti bahwa kemasan itu penting.

Fungsi kemasan bukan hanya sekedar pembungkus untuk membuat produk Anda terlihat lebih menarik, tetapi alat komunikasi untuk menyampaikan pesan tersirat: apa tujuan dari produk Anda, apa arti produk itu bagi kehidupan pelanggan Anda, dan apa keistimewaan produk Anda dibanding produk kompetitor. Singkat kata, kemasan menentukan image produk Anda di mata konsumen.

Ambil contoh Apple. Merek yang dikenal dengan logo buah apel tergigit ini tentu memiliki alasan di balik desain kemasannya yang terkenal minimalis, simple, dan clean look. Apapun itu, sukses membuat jutaan orangmenyukai kemasan produk-produk Apple.

Ya, sebuah produk yang memiliki kemasan bagus dapat memberikan dampak langsung pada penjualan dan daya tarik perusahaan secara keseluruhan. Bahkan, dapat mempengaruhi pertumbuhan sebuah perusahaan.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikanForbes.com, ditemukan bahwa konsumen membuat keputusan berdasarkan naluri dan aksi reaktif. Studi ini juga menunjukkan bahwa konsumen mempertimbangkan warna, bentuk, dan lokasi yang familiar dalam membeli sebuah produk.

Dengan kata lain, dalam menciptakan kemasan yang dapat menarik perhatian pelanggan, setiap merek harus menciptakan hubungan emosional dan tindakan dari target pelanggan mereka. Namun tentu saja, setelah mempengaruhi keputusan pelanggan dalam memilih produk lewat kemasan, sebuah produk juga harus memberikan kualitas yang sesuai dengan “janji” yang telah mereka pasarkan.

Baca juga  6 Langkah Lakukan Improvement dengan Metode Lean

Kekuatan Lebih Besar: Memperbaiki Image

Dalam kasus pengembangan kemasan produk, baru-baru ini restoran makanan cepat saji asal Amerika yang terkenal dengan logo “M” berwarna kuning dan merah membuat perayaan.Pasalnya, raksasa makanan cepat saji tersebut baru saja meluncurkan kemasan baru hasil kerjasamanya dengan sebuah lembaga pendidikan khusus Art&Design di Miami, Amerika Serikat.

Mengapa kemasan?

Pada 2015 Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) McDonalds Steve Easterbrook menegaskan visinya untuk membuat raja restoran burger itu lebih  “ramping”. Disamping fokus memperbaiki kualitas makanan dan juga pelayanannya, Steve juga menekankan akan pentingnya pengalaman pelanggan, terutama  di lini depan.

Padahal sebelumnya, improvement dari sisi kemasan bukanlah bagian dari salah satu strategi McDonalds dalam mengembangkan brandnya. Namun persepsi negatif dari sebagian pelanggan, membuat McDonalds harus memperbaiki citranya. Ide membuat kemasan baru mungkin menjadi salah satu upaya perusahaan untuk lebih ramping, namun apakah hal tersebut dapat meyakinkan pelanggan bahwa perubahan positif sedang terjadi?

Terakhir kali McDonalds mendesain ulang kemasan secara global adalah pada 2013. Kemasan McDonalds saat itu memiliki fitur frenetic college dengan kode QR, slogan, ilustrasi, dan simbol. Saat itu, penekanannya adalah pada ide bercerita (storytelling) menggunakan grafis.

Saat ini, kemasan baru yang tercermin adalah sebuah kesederhaan untuk menyampaikan agenda baru perusahaan yang lebih modern dan progresif.

“Kemasan ini dimaksudkan untuk membuat perubahan nyata bagi pelanggan kami dan saya berharap hal itu membuat mereka merasa lebih baik tentang pilihan mereka mengapa pergi ke McDonalds,” kata Matt Biespel, Direktur Senior Pengembangan Merek Global di McDonalds.

Matt menambahkan, ide untuk melakukan improvement di kemasan adalah pelanggan dapat merasa lebih baik saat mereka selesai bertransaksi di McDonalds.“Ini adalah tentang memperkuat pembelian, kami ingin orang merasa senang saat mereka berjalan menyusuri jalan sambil memegang tas kami.”

Baca juga  Ikuti 5 Kaidah ini agar Problem Solvingmu Berhasil

Melihat keberadaan McDonalds sebagai restoran cepat saji, dimana proses dari makanan restoran cepat saji sarat dengan natrium, gula, kalori, dan bahan buatan lainnya, yang bagi sebagian orang itu merupakan sebuah “guilty pleasure” yang sulit untuk ditolak, namun bagi sebagian lainnya justru hal itu telah menjadi bagian kesenangan dari hari-hari mereka.

McDonalds menyebut konsep  kemasan baru mereka sebagai “dynamic design” yang berarti, bahwa kemasan produk mereka yang baru dapat bersama-sama berkembang sejalan dengan pertumbuhan perusahaan di masa depan. Kemudahan dan kesederhanaan yang dimaksudkan juga dengan adanya menu boards (papan menu), self-serve (pelayanan mandiri), dan juga aplikasi mobile.

Menurut Biespel, perbaikan dari kemasan produk McDonalds ini dilakukan demi memenuhi harapan pelanggan mereka saat ini. “Harapan pelanggan kami berubah, jauh berbeda dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu,” katanya.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Lalu, bagaimana Anda dapat mulai untuk memperbaiki kemasan yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan penjualan perusahaan? Berikut 6 tips yang bisa Anda pertimbangkan:

  1. Kenali Target Konsumen Anda!

Tips ini harus menjadi prioritas dalam daftar Anda.Siapa pelanggan Anda? Ini menjadi kunci paling mendasar untuk semua tips lainnya. Cari tahu dan tentukan kepada siapa Anda menjual produk yang Anda buat. Apakah itu untuk seorang wanita, orang berusia diatas 35 tahun, atau seorang pria, cari tahu profil target pelanggan Anda. Mengetahui target pasar akan membuat semua keputusan desain dapat lebih mudah.

 Manfaat Apa yang Paling Ditonjolkan?

Banyak orang justru fokus pada fitur untuk menunjukkan betapa mudahnya produk digunakan atau seberapa baik produk itu jika digunakan. Namun seharusnya Anda fokus pada apa kelebihan produk Anda dibandingkan dengan produk kompetitor. Komunikasikan poin inipada kemasan karena akan berdampak langsung pada penjualan.

Baca juga  Belajar Inovasi dari Kesuksesan Icons K-Pop BTS

Membuat Beberapa Pilihan Desain

Jangan terjebak pada satu pilihan desain. Buatlah beberapa pilihan desain, cetak, dan jejerkan desain tersebut satu-persatu. Perhatikan, desain mana yang lebih menonjol? Desain mana yang mengalihkanperhatian Anda terlebih dahulu? Libatkan beberapa pihak untuk membantu memberikan penilaian, termasuk pelanggan Anda. Jangan berpikir bahwa karena Anda menyukai desain tersebut, pelanggan juga akan menyukainya. Lakukan tes, tes, dan tes.

Perhatikan Kompetitor

Perhatikan dimana produk Anda akan ditampilkan, siapa yang akan berada disamping produk Anda? Apakah pesaing Anda, produknya dibungkus dalam kotak yang besar atau kecil? Bagaimana produk-produk Anda akan ditampilkan? Lakukan observasi kecil ke toko untuk mempelajari produk Anda dan ketahui apa yang dilakukan pesaing Anda. Mengetahui apa yang dilakukan oleh pesaing Anda akan membantu Anda memperoleh pengetahuan untuk memperbaiki kemasan produk Anda.

Tas atau Box – Plastik atau Paper?

Apa yang akan berada di dalam kemasan Anda, itulah pertanyaannya. Pertanyaan ini biasanya didorong oleh harga.Ini adalah keseimbangan untuk kemasan produk Anda demi keuntungan yang terbaik tanpa menambahkan terlalu banyak biaya.

Pertimbangkan Pengalaman Pelanggan

Bagaimana calon konsumen akan berinteraksi dengan produk Anda? Apakah mereka dapat menyentuh produk Anda?Apakah produk Anda benar-benar disegel? Dengan memerhatikan pengalaman pelanggan, hal tersebut akan membuat Anda lebih mudah memutuskan kemasan apa yang paling pas untuk produk Anda.

Jadi, satu hal yang harus diingat adalah kemasan produk dimaksudkan untuk mengomunikasikan sebuah pesan:Apa tujuan dari produk yang Anda buat dan apa arti produk tersebut bagi kehidupan pelanggan Anda. Meningkatkanpertumbuhan perusahaan Anda melalui perbaikan kemasan produk, mengapa tidak? ***