Sertifikasi dalam Six Sigma merupakan konfirmasi kemampuan individu sehubungan dengan keterampilan tertentu yang dimilikinya. Sertifikasi ini mampu menciptakan masa depan yang menjanjikan bagi diri mereka sendiri dan perusahaan.

Seperti seni bela diri, Six Sigma menawarkan sertifikasi yang berbeda pada tingkat yang berbeda. Sertifikasi apa saja yang ada dalam Six Sigma? Apa perbedaan antara satu dengan yang lainnya? Berikut kami sajikan tabel yang akan membantu Anda mengenali sertifikasi apa saja dalam Six Sigma berikut perbedaan fungsi, tanggungjawab, dan juga kualifikasinya :

SertifikasiFungsiTanggung JawabKualifikasi
White Belt
(Basic)
Seorang White Belt pada dasarnya adalah seorang “part-timer” dalam proses improvement. Bekerja dalam team bersama blackbelt dan team member. Seorang White Belt harus bisa menciptakan value creation.Seorang White Belt bertanggungjawab mengeksekusi project improvement dan mentransfer pengetahuan ke anggota tim.White Belt dituntut memahami proses bisnis di perusahaan dia bekerja, memahami DMAIC Six Sigma dan Lean Enterprise serta memiliki kemampuan project management dasar.
Green Belt
(Intermediate)
Seorang Green Belt pada dasarnya adalah seorang “part-timer”, memimpin proyek perbaikan dalam suatu level departemen tertentu. Seorang Green Belt mempunyai target minimal saving atau value creation dari setiap proyek yang dijalankannya.Tanggung jawab seorang Green Belt adalah menggunakan alokasi waktu 20% dari jam kerja untuk mengeksekusi dan menyelesaikan project improvement. Seorang Green Belt juga harus mampu melakukan transfer pengetahuan ke anggota tim.Menjadi seorang Green Belt berarti harus mampu menguasai statistik dasar, menguasai DMAIC Six Sigma dan Lean Enterprise, serta memiliki kemampuan project management.
Black Belt
(Advance)
Black Belt berfungsi sebagai pemimpin proyek dan orang yang menganalisa data dan fakta. Black Belt 100% fokus dalam implementasi proses perbaikan, memimpin proyek yang lintas departemen dan diberi target value creation yang lebih besar dari seorang Green Belt.Black Belt bertanggung jawab sebagai mentor, pelatih dan pembimbing Green Belt. Mampu mencetak Green Belt baru maupun melakukan program development melalui training dan coaching.Seorang Black Belt mempunyai kemampuan statistik yang lebih kompleks (advance) dan juga mempunyai pemahaman terhadap proses dari hulu ke hilir dengan pengalaman minimal lima tahun.
Baca juga  6 Langkah Lakukan Improvement dengan Metode Lean