Dalam artikel kali ini kita akan membahas pengertian dan sejarah dari TPM juga benefit yang diberikan untuk perusahaan yang mengimplementasikannya.

Excellent people mungkin sudah pernah mendengar, membaca buku, ikut training, atau bahkan sudah mengimplementasikan Total Productive Maintenance (TPM). Nah artikel kali ini mungkin bisa membantu Anda me-refresh sejenak tentang TPM.

TPM adalah salah satu konsep dari implementasi Lean. Melihat perjalanannya, perkembangan TPM diawali dengan Breakdown Maintenance, jadi kalau equipment rusak baru dilakukan perbaikan. Kemudian pada tahun 1951, Nippon Denso perusahaan dari Jepang untuk pertama kali memperkenalkan konsep Preventive Maintenance. Setelah itu pada tahun 1960-an konsep ini kemudian dikenal sebagai Productive Maintenance. Kemudian mengalami perkembangan lagi pada tahun 1970-an, kita mengenalnya sebagai Total Productive Maintenance atau lebih dikenal dengan TPM.

TPM, terdiri dari tiga kata yaitu TOTAL, PRODUCTIVE, dan MAINTENANCE. Karena terdapat unsur maintenance tentunya ada hubungannya dengan equipment. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu.

Total. Artinya adalah kita melibatkan berbagai unsur di dalam organisasi atau perusahaan dalam mengimplementasikan sistem maintenance yang kita miliki baik itu orang maintenance, orang produksi, orang IT dan juga Top Management sebagai tokoh penting yang terlibat di dalam mengimplementasikan program TPM ini.

Productive. Apa itu productive? orang yang produktif adalah orang yang menghasilkan begitu juga mesin yang produktif berarti mesin yang menghasilkan. Contoh kalau Anda seorang sales, sales yang produktif itu adalah sales yang menghasilkan order. Nah berkaitan dengan mesin equipment kalau kita bicara produktif, itu berarti bagaimana kita menjamin dan memastikan agar equipment yang kita miliki dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang kita rencanakan.

Baca juga  Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Tumbuh 8 Kali Lipat di Tahun 2030

Maintenance. Artinya kita bicara perawatan. Dalam konteks ini adalah berbagai aktivitas yang perlu dilakukan untuk menjaga/ memastikan agar equipment yang kita miliki itu mampu dan selalu siap untuk menjalankan operasional yang direncanakan.

Benefit dari TPM

Implementasi TPM dapat memberikan banyak manfaat bagi organisasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Me-reduce Uplanned Maintenance

Dengan implementasi TPM maka secara langsung ataupun tidak langsung kita bisa me-reduce unplanned maintenance yaitu aktual atau aktivitas maintenance yang sebetulnya tidak perlu dan tidak direncanakan. Sebab dengan program TPM kita bisa meminimalisir terjadinya mesin rusak yang terjadi secara tiba-tiba.

  • Menurunkan Downtime

Ketika kita dapat me-reduce unplanned maintenance maka secara keseluruhan downtime yang kita miliki akan semakin kecil. Artinya secara tidak langsung downtime operasional kita menurun.

  • Memastikan Keamanan Karyawan

TPM juga memiliki benefit untuk memastikan agar operator bisa bekerja secara aman. Dengan TPM memastikan setiap orang aman dengan cara membuat mereka memahami tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana cara mengoperasikan mesin, bagaimana cara melakukan perawatan terhadap mesinnya dan sebagainya, sehingga pekerjaan mereka terjamin aman dan tidak ada unsur-unsur yang mengkhawatirkan. Kenapa? karena sudah diatur semuanya secara proper.

  • Menurunkan Cost atau Biaya

Implementasi TPM dapat menurunkan cost operasional perusahaan. Kenapa? karena salah satu yang menjadi sumber cost adalah karena kita harus memperbaiki mesin atau yang lainnya, misal karena output kita tidak mencapai target sehingga kita kena pinalti.  Melalui implementasi TPM, harapannya adalah kita bisa me-reduce cost secara langsung atau tidak langsung. Pengeluaran yang harus kita keluarkan karena pembelian sparepart yang tiba-tiba, kemudian mesin dan sebagainya yang membutuhkan biaya, kemudian maintenance ketika kita harus mendatangkan dari luar dan sebagainya bisa kita hindari dengan sistem perawatan yang terencana. Secara tidak langsung, kita bisa memangkas biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan.

  • Meningkatkan OEE
Baca juga  Ungguli Korea, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Rekor Tertinggi

Salah satu tujuan dari TPM adalah kita bisa meningkatkan angka OEE (Overall Equipment Effectiveness). Dengan menaikkan level OEE kita, maka otomatis akan menambah benefit bagi perusahaan. Intinya adalah kita bisa meningkatkan performance dari operasional kita dari sisi cost sehingga profit bisa meningkat. Sehingga bisa dikatakan bahwa TPM adalah program investasi bisnis baik itu jangka pendek ataupun jangka panjang.

Siapa saja yang sudah Implementasi TPM?

Saat ini sudah banyak organisasi yang menjalankan TPM. Kenapa mereka mau menjalankan TPM? Karena mereka sudah tahu betul manfaat yang akan didapat.  Nah, bagi Anda yang belum tahu apa yang bisa didapat dari TPM, silakan mencari tahu sekarang juga bisa dengan mengikuti training, membaca buku, melihat video, atau metode lainnya.  Terlebih Anda para pimpinan perusahaan, jangan ragu untuk mengimplementasikannya karena TPM akan memberikan benefit bagi perusahaan Anda.

Sedang mencari pelatihan dan partner implementasi TPM? Langsung saja hubungi tim SSCX di http://wa.me/628175763021​​.

Informasi lebih lanjut tentang SSCX: http://sscxinternational.com/

Sumber: Youtube SHIFT Indonesia