Kegiatan atau aktivitas dikatakan memiliki nilai tambah jika memenuhi tiga kriteria di bawah ini:

1. Pelanggan bersedia untuk “membayar” aktivitas tersebut
2. Aktivitas yang dilakukan mengubah bentuk dan/atau fungsi dari benda atau jasa yang diberikan
3. Aktivitas tersebut dilakukan secara benar sehingga tidak memerlukan pengerjaan ulang.

Sementara aktivitas yang kita lakukan namun tidak memenuhi ketiga syarat di atas disebut non-value add activities. Pada prakteknya, non-value add activities dibagi dua, value enabler merujuk pada aktivitas yang dibutuhkan oleh produsen/ penyedia jasa dalam mendukung proses penciptaan value, dan waste merujuk pada aktivitas yang tidak dibutuhkan oleh pelanggan maupun produsen.

Pengeliminasian pemborosan adalah cara paling efektif untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas dalam bisnis apapun. Pemborosan (waste) atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah Muda dirumuskan menjadi tujuh kategori oleh mantan Chief Engineer Toyota Taiichi Ohno, yaitu Transportasi, Inventori, Gerakan, Menunggu, Overproduksi, Overproses, Cacat (defect).

Hal yang paling penting dalam perang melawan pemborosan adalah memahami dengan benar apa pemborosan itu, bagaimana menemukannya, dan keberanian untuk menghilangkannya.

Baca juga  Darimana Kita Harus Memulai Perubahan?