Lean Manufacturing di Ultrafit: Tingkatkan Value dan Hilangkan Waste di Tiap Sendi Produksi

By on July 16, 2012

Tantangan Efisiensi Produksi di IndustriSix Sigma In Action - Seri Ilustrasi Penerapan Six Sigma di Berbagai Sektor. Read more ... » Manufaktur4 Resolusi Wajib Bagi Setiap Perusahaan Manufaktur. Read more ... »

Tantangan yang muncul di dunia manufaktur kini semakin kompleks dari hari ke hari. Perusahaan manufaktur dituntut untuk selalu melakukan perbaikan dan inovasiSustainability Tips: Dapatkah Inovasi Dijalankan sebagai Proses yang Rutin dan Terstruktur?. Read more ... » demi mempertahankan posisinya; bukan sekedar menghasilkan output yang baik. Kecepatan dan kemampuan responsif bisa jadi merupakan modal yang krusial di masa mendatang, dan kini seluruh perusahaan yang ingin tetap survive harus melakukan persiapan. Ultrafit menjawab tantangan tersebut dengan menerapkan metode Lean Manufacturing.

Ultrafit adalah salah satu perusahaan yang kini tengah berkomitmen kepada continuous improvementTambahkan Value bagi Solusi VDP pada In-Plant. Read more ... » menuju operational excellence"Tiket Gratis AirAsia = Menunggu"? Tidak lagi!. Read more ... ». Perusahaan yang memproduksi tube dan pipe bending ini mengadopsi dan menerapkan metode Lean Manufacturing untuk memperbaiki dan mengefisienkan proses produksinya.

Sebelumnya, perusahaan ini mempraktekkan metode batch dalam proses produksinya, dimana mesin-mesin yang dipakai dalam proses produksi berada di area lain di plant. Misalnya, mesin tube bending berada di departemen bending, tube-end sizing di departemen end-finishing, dan mesin las untuk bracket dan flanges berada di departemen pengelasan.

Waktu changeover yang lama di bagian tube bending membuat departemen manufaktur harus memproduksi parts dalam beberapa batch. Dalam beberapa kasus, produksi dilakukan dalam batch untuk memenuhi pesanan, dan prosesnya baru selesai dalam waktu dua minggu.

Hal ini membuat Ultrafit harus menumpuk jumlah inventori agar memiliki stok cadangan untuk memenuhi pesanan, karena  proses produksi membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan tatanan demikian, perusahaan menderita beberapa kerugian, antara lain:

Improvisasi dengan Pendekatan Lean Manufacturing

Lean Manufacturing merupakan metode continuous improvement"Tiket Gratis AirAsia = Menunggu"? Tidak lagi!. Read more ... » yang mengarahkan fokusnya kepada eliminasi wastePemborosan Transportasi: Salah Satu Waste yang Paling Merugikan. Read more ... » yang terjadi dalam proses untuk menghadirkan lebih banyak valueCustomer Value: Penentu Loyalitas Pelanggan dan Kesuksesan Bisnis Anda. Read more ... » bagi pelanggan. Value adalah faktor-faktor yang membuat pelanggan bersedia membayar untuk produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan.

Tim Lean Manufacturing yang bekerja di Ultrafit membantu karyawan dan supproting staff dalam melakukan penjadwalan, supervisi, pelaksanaan produksi, serta perawatan. Seluruh proses yang selama ini dijalankan ditelaah ulang untuk menemukan titik-titik waste dan menyusun ulang prosesnya. Tim tersebut mengukur dan memetakan proses manufaktur. Mereka juga menggunakan video camera untuk merekam product changeover secara aktual.

Melalui proyek-proyek Lean Manufacturing, Ultrafit berhasil melakukan improvement di berbagai sendi:

  • Menurunkan waste transportasi. Jarak pemindahan part dari satu proses ke proses lainnya menurun menjadi hanya 30ft dari asalnya yaitu 150ft.
  • Menurunkan lead timeCoffee Talk: Pengelolaan Demand yang Fluktuatif. Read more ... » dari 2 minggu menjadi hanya 1,5 jam.
  • Menurunkan batch produksi menjadi one piece flow; sebelumnya satu batch memproduksi 300 unit.
  • Menurunkan waktu setup dari 39 menit menjadi hanya 4 menit 23 detik.
  • Mengurangi penumpukan inventori
  • Berhasil menerapkan one piece flow
  • Menerapkan quick changeover pada peralatan tube bending.

Bagaimana Ultrafit Melakukannya?

Sebuah manufacturingPfizer Amerika Potong Tunjangan Karyawan PHK untuk Menghemat Biaya. Read more ... » cell dibuat untuk memperbaiki proses bending, end finishing dan welding. Dengan menghilangkan work-in-process inventory sebagai akibat dari sistem large-batch, tim Lean Manufacturing mampu memuat layout produksi di area yang sama, sehingga proses produksi membutuhkan space yang lebih sedikit.

Sistem one piece flow diberlakukan di lini produksi, dimana downstream operation menarik produksi melalui cell; tidak membiarkan operasi berjalan terlalu cepat dan menciptakan penumpukan inventori. Sistem komunikasi antar karyawan diperbaiki dan tim serta karyawan saling membagi pengetahuan dan bekerjasama untuk meningkatkan kualitas proses.

Waktu setup kini lebih cepat dan lebuh konsisten, meningkatkan utilisasi mesin. Dengan meningkatnya utilisasi tidak hanya menurunkan waktu setup, tapi juga menurunkan jumlah scrap produksi. Berkurangnya waktu setup juga meningkatkan fleksibilitas manufaktur dan jumlah serta jenis parts yang diproduksi setiap harinya. Ini akan mengurangi kebutuhan akan stok inventori dan meningkatkan kemampuan responsif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Kami memiliki karyawan-karyawan yang mampu menjawab tantangan yang disodorkan kepada mereka,” kata Don Hockin, Presiden Ultrafit. “Target kami selanjutnya adalah menciptakan budaya make to order dan menghapuskan kebutuhan akan inventori. Walaupun kedengarannya sulit, tapi saya percaya tim kami mampu memenuhinya.”

Sumber: United States Environmental Protection Agency.

One Comment

  1. Pingback: Continuous Improvement di General Motors: Efisiensi Proses Administratif dengan Metode Lean | Majalah Shift Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>