Team Role adalah sebuah konsep yang dirumuskan oleh Dr. Meredith Belbin untuk membantu mengetahui tipe karakter manusia, baik diri sendiri maupun orang lain. Konsep ini sering dimanfaatkan di berbagai organisasi dalam pembentukan tim dan penentuan peran setiap orang dalam tim, termasuk tim dalam proyek inisiatif berbasis metode Continuous Improvement.

Dengan mengetahui tipe-tipe anggota tim dari Teori yang dibuat oleh Meredith Belbin, mulai dari karakter dan kemampuan, serta kelemahan yang mereka miliki, anda dapat mulai memikirkan langkah selanjutnya dalam rangka membangun sebuah tim juara: menempatkan setiap personil sesuai dengan minat, bakat, dan keahlian yang mereka miliki. Maka, sekaranglah saatnya ‘bermain’ dan menentukan siapa strikernya, siapa pemain tengah, dan siapa yang menjaga lini pertahanan.

Seorang Senior Consultant Lean principles, Andy Piotrowski, memberikan panduan tentang bagaimana anda bisa mengoptimalkan kinerja tim dengan menguasai klasifikasi peran dari masing-masing individu. Berikut yang ia sarankan:

1. Menentukan Tahapan Utama dalam Sebuah Proyek

Dalam bukunya yang berjudul “Team Roles at Work”, Belbin menguraikan pemikirannya tentang peran yang berbeda dari tim akan mungkin diperlukan untuk menunjang tahapan proses yang juga berbeda dalam sebuah proyek. Belbin mengidentifikasi 6 tahapan paling krusial, dan jika organisasi anda sudah berinvestasi pada pengembangan sumber daya untuk menghasilkan keuntungan finansial, makamasing-masing dari 6 tahapan ini harus berhasil dicapai.

2. Menunjuk Peran yang Sesuai untuk Mengerjakan sebuah Assignment

Setelah anda mendefinisikan pekerjaan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara terbaik menyelesaikannya, maka pertanyaan selanjutnya adalah, “siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut?”

Sebagai contoh, perusahaan anda perlu mengumpulkan informasi dari pelanggan terkait ekspektasi dan pengalaman mereka menggunakan produk. Hal ini dimaksudkan agar mendekatkan perusahaan dengan pelanggan. Maka, peran dari Resource Investigator(RI) menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan tugas tersebut. Tapi ada juga situasi, dimana anda memerlukan lebih dari satu team role untuk mengerjakan sebuah tugas.

Baca juga  Dua Hal Esensial untuk Menciptakan Perubahan

3.  Menyediakan Instruktur dalam Sebuah Assignment

Memberikan pelatihan teknis,  sudah menjadi praktek umum dalam program continuous improvement. Ketika anda akan mulai memilihkan instruktur yang akan membimbing tim melakukan tugasnya, akan lebih baik jika anda menyediakan 2 orang sebagai instruktur dengan kemampuan penguasaan teori Belbin yang baik. Juga akan sangat membantu, jika instrukur membuat Belbin Team Map dan menetapkan aturan dasar bagaimana kerjasama mereka dengan tim akan berlangsung.

4. Coach Assignment

Seseorang yang ditunjuk dan ditugaskan sebagai coach dalam sebuah tim tentu akan mendapatkan manfaat lain dari praktek team role Belbin. Tipe Specialist atau Completer Finisher (SP), misalnya, dengan gabungan sifat perfeksionis dan seorang yang ekspert di bidang nya, tentu klasifikasi ini sangat cocok bagi kriteria seorang coach. ***RR/RW

Sumber: improvingteams.com