Perlambatan ekonomi Indonesia dua tahun terakhir mengakibatkan performa menurun pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, termasuk BUMN. Tercatat sesuai dengan press release yang dibuat Kementerian BUMN, pendapatan agregat BUMN pada 2015 turun sebesar 10,5%. Laba bersih yang dicatatakan oleh BUMN pun menunjukkan penurunan dari Rp.159 Triliyun ke angka Rp.150 Triliyun.

Tingginya target capaian BUMN yang dibuat Pemerintah pada 2016 dan iklim kompetisi yang semakin ketat strategi bisnis perlu diformulasi agar BUMN dapat kembali ke performa terbaiknya dan memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia.

Bagaimana memahami elemen dan framework yang relevan dalam formulasi strategi? Bagaimana memahami kondisi internal-eksternal untuk menentukan full potential perusahaan? Bagaimana cara mempersiapkan perusahaan yang capable dalam memilih portfolio bisnis dan strategi untuk mencapai aspirasi? Bagaimana menyusun Rancangan Perusahaan Jangka Panjang (RJPP) sesuai regulasi?

Temukan jawabannya di dalam “BUMN Strategy Formulation Workshop”, 28-29 Juli 2016 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta. Sebuah workshop yang digagas dan diselenggarakan oleh Fortia Strategic Partner, lembaga konsultan manajemen strategis yang berpengalaman dalam corporate strategy, corporate finance, serta organization and talent.

Workshop dua hari akan dipandu oleh konsultan handal, Marrisa Hapsari dari Fortia Strategic Partner dan Arief Safari senior expert di Transtec SA (EU-Indonesia TSP II Project).

workshop“BUMN Strategy Formulation Workshop” merupakan sebuah kesempatan emas untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait strategi korporasi di tengah kelesuan ekonomi nasional. Selanjutnya registrasi bisa dilakukan melalui narahubung putri@fortiastrategy.com (082110075599). []

Baca juga  Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi dan Kelestarian Lingkungan