Para buruh marah karena perusahaan gagal membayar jaminan sosial secara penuh dan juga kontribusi perumahan.

Ada sekitar lebih dari 10.000 buruh pabrik sepatu sport milik Yue Yuen di Selatan provinsi Guangdong bergabung dalam aksi mogok kerja pada Selasa 15 April lalu, seperti dikutip dari manufacturing.net. Juru bicara pabrik tidak bisa memberikan angka pasti berapa jumlah buruh yang bergabung dalam aksi mogok kerja tersebut. Sebuah perusahaan milik Taiwan, yang mempekerjakan sekitar 60.000 buruh di wilayah Dongguan, juga memproduksi sepatu sport, seperti Reebok, Asics, New Balance, Timberland dan beberapa merk lainnya di beberapa wilayah seperti China, Indonesia, Vietnam, Mexico dan juga Amerika Serikat. Perusahaan Taiwan tersebut memproduksi sekitar 323.3 juta pasang sepatu dalam waktu 15 bulan pada Desember 2012 lalu.

Aksi mogok kerja ini merupakan perselisihan paling baru yang terjadi di Selatan Pearl River Delta, jantungnya industri manufaktur di China. Dimana akibat dari aksi mogok kerja ini, pabrik-pabrik harus menghadapi kurangnya jumlah pekerja migran.

Menurut China Labor Watch, salah satu buruh yang mengikuti aksi mogok kerja tersebut, Cui Tianggang mengatakan penyebab para buruh marah adalah karena perusahaan gagal membayar jaminan sosial secara penuh dan juga kontribusi perumahan. Aksi mogok kerja ini telah dimulai pada 5 April dan dilanjutkan lagi pada Senin, karena tuntutan tidak dipenuhi oleh perusahaan.

Cui (31) yang juga bekerja memotong dan mengelem sol karet di pabrik sepatu sport tersebut, mengatakan dari 10 pabrik Yue Yuen, hanya 2-3 saja yang masih beroperasi.

Gambar dari aksi mogok kerja yang diambil oleh pekerja menunjukkan kerumunan besar karyawan yang berunjuk rasa di kompleks pabrik dan berbaris di jalan-jalan, sambil melambaikan spanduk yang bertuliskan “Bayar kembali asuransi sosial dan dana perumahan kami”. Sedangkan foto lain menunjukkan ada polisi dan petugas tambahan yang dilengkapi dengan helm dan peralatan pelindung lainnya. Selain itu, ada 300-400 petugas polisi dengan sekitar 30 anjing polisi berkumpul di depan gerbang asrama pabriknya.

Baca juga  Alur Kompetisi OPEXCON Project Competition 2024

Cui mengatakan alasannya bergabung dalam aski mogok kerja ini adalah karena ia merasa pihak pabrik telah melukai dirinya atas kontribusi yang telah ia lakukan dalam pekerjaannya namun perusahaan tidak membayarkan hak-hak nya sebagai pekerja.***RR