Setiap individu dan organisasi dapat menggunakan design thinking untuk meningkatkan peluang sukses.

Cerita penutupan gerai perusahaan ritel konvensional hingga penutupan perusahaan rintisan (startup) adalah contoh strategi yang dibuat dengan potensi kegagalan yang tinggi. Strategi ini mungkin akan memiliki peluang yang lebih baik jika dibuat menggunakan design thinking, metode creative problem solving yang mendukung proses pembelajaran. Strategi ini dinilai efektif karena tingkat keberhasilan atau kegagalannya dapat diukur sehingga pengembangan yang dilakukan dapat mengantisipasi risiko bisnis.

Dengan atau tanpa disadari kebanyakan pelaku startup sangatakrab dengan design thinking. Mereka menghasilkan ide bisnis dengan mencari masalah dan membangun solusi untuk mengatasinya. Dengan berempati pada kebutuhan pelanggan secara alami mendorong mereka untuk melihat berbagai hal dari berbagai macam sudut pandang, kemampuan inilah yang menjadi salah satu pendorong bisnis mereka mampu sustain.  Apa itu design thinking dan bagaimana menerapkannya?

Menerapkan Design Thinking

Design thinking adalah pendekatan inovasi yang memungkinkan kita melihat berbagai hal dari sudut pandang pengguna sambil membangun solusi terbaik bagi bisnis. Seperti kita alami, membangun strategi bisnis bukanlah tugas yang mudah. Rasa takut akan kesalahan/ kegagalan menjadikan sisi kreatif kita terbatas, nah untuk meningkatkan kemauan ambil risiko ini kita bisa mengandalkan design thinking. Terdapat lima tahapan untuk menerapkan metode powerfull ini, terdiri dari:

1. Amati dengan empati

Langkah pertama yang perlu diambil untuk menerapkan design thinking adalah mulai berempati dengan pelanggan dan mitra bisnis. Uber Eats adalah salah satu contoh startup yang menyelesaikan misinya untuk membuat makan menjadi lebih mudah bagi pelanggan mereka dengan menerapkan prinsip-prinsip design thinking.

2. Definisikan masalahnya

Setelah benar-benar memahami masalah pelanggan, Anda dapat meninjau hipotesis Anda dan mendefinisikan kembali masalah Anda dan mendekatinya dari sudut pandang yang berbeda.

Baca juga  Fase Measure dalam Lean Six Sigma DMAIC

3. Kumpulkan ide bersama tim

Tahap berikutnya adalah mencari solusi untuk masalah yang ditentukan di tahap sebelumnya, libatkan semua anggota tim untuk mendapatkan ide dan kreativitas dari berbagai perspektif.

4. Prototipe dengan cepat

Kecepatan adalah kunci saat mengembangkan prototipe. Prototipe berfungsi untuk menguji ide dengan cepat sehingga kita dapat belajar dengan cepat dan membangun ide awal dengan fondasi yang lebih kuat. Bagi pelaku startup, penting untuk merangkul dan mengembangkan budaya eksperimen di perusahaan Anda.

5. Uji dan validasi

Design thinking adalah proses berulang. Hasil dari uji coba prototipe akan sangat membantu kita menilai apakah solusi yang dibangun dalam prototipe telah memenuhi kebutuhan pengguna. Jika belum, maka kita bisa kembali ke langkah sebelumnya untuk menangkap peluang yang lebih tepat.

Design thinking adalah metode yang terbukti, jika diterapkan di organisasi maka Anda dapat memiliki bisnis berkelanjutan dengan tim yang kreatif.

Sumber: Forbes