Excellent people, semoga daftar di bawah ini bisa membantu kita dalam membedakan antara dukungan finansial dengan buy-in yang seutuhnya.

Metode Six Sigma cukup banyak diadopsi dalam 20 tahun terakhir sebagai metode continuous improvement. Jika kita telusuri, apa yang menjadi faktor kunci keberhasilan metode ini maka jawabannya adalah dukungan kepemimpinan. Gambarannya begini, jika Anda berusaha mengubah budaya dan pola pikir suatu organisasi, Anda tidak akan memiliki banyak peluang jika mereka yang memiliki wewenang atas pengambilan keputusan dan sumber daya tidak mendukung. Tapi sekali lagi, itu sederhana tapi tidak mudah.

Pemimpin CI sering mengira dukungan finansial yang diberikan manajemen puncak untuk pelatihan sebagai bentuk buy in. Padahal eksekutif melihatnya sebagai investasi atas hasil yang diharapkan, dan jika mereka memiliki banyak alternatif maka investasi dengan pengembalian terbaiklah yang akan didukung di masa depan. Nah, dukungan yang benar harus meliputi:

1. Komitmen publik terhadap pola pikir baru

Setiap orang diharapkan untuk terlibat dan membuat perbaikan dengan perubahan pola pikir dan perilaku. Sederhananya, setiap orang diharapkan menjadi bagian dari solusi.

2. Mengelola resistensi dengan memberi tindakan tegas

Larry Fast di Industryweek mengatakan bahwa sekaranglah waktunya untuk meningkatkan rencana. Setelah perbaikan signifikan dilakukan, organisasi harus menjelaskan bahwa setiap karyawan yang tidak tertarik untuk menjadi bagian dari continuous improvement akan menghadapi risiko, terlepas dari posisinya.

Resister aktif biasanya mudah ditemukan namun resister pasif lebih sulit ditemukan, tetapi mereka selalu ada di awal transformasi bisnis. Jika organisasi gagal menangani resister ini maka yang akan terlihat adalah manajemen tidak berjalan sesuai keinginan, dan mereka yang telah berkomitmen menjadi skeptis, bahkan kesal. Ketika ini terjadi, para pekerja terbaik akan kehilangan inspirasi untuk menjadi bagian dari hal yang luar biasa.

Baca juga  Transformasi Hasilkan Prestasi, Ini Buktinya!

3. Mengedepankan perubahan yang mendorong budaya

Hal ini bisa dilakukan dengan mengangkat individu yang bertanggung jawab untuk memimpin CI ke titik tinggi di struktur organisasi dengan visibilitas tinggi.

Excellent people, daftar ini tentu tidak komprehensif, tetapi semoga bisa membantu kita dalam membedakan antara dukungan finasial dengan buy-in yang seutuhnya. Banyak proses yang ingin ditingkatkan organisasi melalui program CI. Dan solusi yang efektif nilainya semakin kuat jika dapat direplika atau diintegrasi ke dalam pekerjaan yang standar di seluruh organisasi.

Tetapi kembali lagi, ini sederhana tetapi tidak mudah dan jika kita bisa memulai dengan langkah yang tepat semua akan berjalan sesuai yang kita harapkan. Tentu saja tidak ada “garis akhir”, ketika setiap individu memahami pekerjaan masing-masing dan organisasi mendukung dan melaksanakan pekerjaan tersebut maka momentum (perbaikan) akan terus berkembang. Salam improvement!