Celebrate the WorldSaat salah satu anggota tim peneliti dari University of New York, Oceanographer David Holland tiba di Antartika untuk memulai penelitiannya terkait perubahan iklim secara global, ia mengatakan, “di sana (Antartika) sangat indah sekali tapi di saat yang sama juga cukup menyeramkan,” katanya.

“Perubahan iklim, memang dianggap sebagai masalah yang masih lama terjadi, namun kita harus segera sadar bahwa hal itu sudah ada di depan mata kita saat ini,” ungkap David seperti di kutip Newsweek.

Isu perubahan iklim ini, telah menjadi permasalahan global yang harus diselesaikan oleh seluruh pihak, baik dari pemerintah, swasta dan juga seluruh masyarakat dunia. Hasil studi di tahun 2013, menemukan bahwa penyebab perubahan iklim ini adalah karena adanya penumpukan karbon dan emisi gas metana yang dimulai sejak 1854, yang ditimbulkan dari berbagai aktivitas bisnis perusahaan di dunia.

Namun, ternyata tidak sedikit juga perusahaan yang sebenarnya sudah perduli dengan keberlangsungan lingkungan hidup di planet bumi ini. Perusahaan-perusahaan yang mendapat julukan paling ‘hijau’ berikut ini membuat strategi dalam aktivitas bisnisnya untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang jika didiamkan saja bisa lebih menyeramkan lagi, seperti mengurangi penggunaan energi, menghemat air, mengurangi produksi karbon, dan lain sebagainya.

Dan seperti di tahun-tahun sebelumnya, baru-baru ini Newsweek kembali merilis hasil rangkingnya yang mengurutkan 1-10 perusahaan paling ‘hijau’ di dunia tahun 2014. Berikut hasil urutannya:

#10. Schneider Electric ( 75,3%)

Perusahaan multinasional asal Prancis ini menduduki urutan ke-10. Dengan kegiatan utama bisnisnya adalah membuat produk dan menyediakan jasa untuk membantu pelanggannya meningkatkan efisiensi energi di rumah dan untuk bisnis mereka sendiri. Mereka menjual produk yang di sebut Green Premium Offers yang dibuat tanpa bahan kimia berbahaya.

Baca juga  ANTAM Perkuat K3 Untuk Capai Target Zero Fatality

#9. Compass Group (75,3%)

Meskipun score Compass Group sama dengan Schneider, perusahaan yang berbasis di Surrey, Inggris ini ternyata lebih unggul dengan menempati urutan ke-9. Perusahaan yang menjalankan bisnisnya di lebih dari 50 negara ini adalah perusahaan penyedia makanan dan jasa layanan terbesar. Melalui projek inovatif nya untuk mengurangi energi, Compass Group telah berhasil mengubah lebih dari 248.000 galon minyak jelantah menjadi biodiesel sejak tahun 2004.

#8. Biogen Idec (75,7%)

Berdiri sejak 36 tahun silam, tepatnya di tahun 1978, perusahaan bioteknologi tertua ini berada di urutan ke-8 sebagai perusahaan paling ‘hijau’ di dunia. Setelah merger dengan IDEC Pharmaceuticals di tahun 2003,  Biogen fokus menghilangkan aktivitas yang menyebabkan pemborosan energi dengan cara mengubah pembakaran sampah menjadi energi dengan melakukan pembakaran material organik.

#7. Atlas Copco ( 77,2% )

Terletak di pusat kota Swedia, perusahaan yang memiliki motto: “Commited to sustainable productivity” ini memiliki kegiatan usaha dengan menyediakan jasa dan membuat berbagai macam peralatan demi peningkatan produktivitas, seperti efisiensi energi, keamanan dan ergonomi di lingkungan perusahaan. Belum puas dengan prestasinya sebagai perusahaan penghasil emisi karbon terendah, Atlas Copco masih berusaha merealisasikan tujuan ambisiusnya untuk terus mengurangi emisi karbon dioksida paling tidak hingga 20% pada tahun 2020.

#6. Ecolab (82,6%)

Ecolab adalah sebuah perusahaan mitra yang didirikan oleh perusahaan Water Stewardship, yang memiliki kerangka kerja global untuk mempromosikan penggunaan air tawar. Perusahaan ini menempati urutan ke-6 perusahaan paling ‘hijau’ dengan menjalankan program yang disebut Create and Maintain Value (CMV), yang bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan air dan air limbah agar lebih efisien. Contoh dari keberhasilan program CMV ini, yaitu mampu menghemat penggunaan air sekitar 1,5 juta kilowatt jam listrik, 33,5 juta gas alam BTU, dan 59,3 juta gallon air per tahun.

Baca juga  Lampaui Rp565 Triliun, Tren Investasi Manufaktur Terus Naik

#5. NTT Docomo ( 83,1%)

Kantor pusat NTT Docomo berada di Tokyo, Jepang. Perusahaan mobile service provider terbesar di Jepang ini menduduki posisi ke-5 perusahaan paling ‘hijau’ di dunia. Docomo menggunakan alternatif sumber energi yang rendah karbon, seperti penggunaan panel surya atau tenaga angin untuk menghemat jumlah listrik yang dibeli dari grid komersial listrik. Perusahaan yang dipisahkan dari Nippon Telegraph and Telephone pada 1991 ini juga menciptakan banyak produk ramah lingkungan, termasuk charger bertenaga surya yang mampu mengisi handset dalam waktu 4,5 jam dan Touch Wood, ponsel berbahan dasar kayu.

#4. Kering (83,6%)

Perusahaan yang berhasil menjadi pemimpin untuk industri fashion dan aksesoris pakaian olahraga ini merupakan sebuah perusahaan multinasional asal Prancis. Berbagai merek, seperti Gucci, Alexander McQueen dan Puma di produksi, di desain dan di pasarkan oleh mereka.  Perusahaan ini menempati posisi ke-4 karena perusahaan telah berkomitmen untuk menghilangkan semua bahan kimia berbahaya dari produk-produknya. Selain itu, perusahaan ini juga aktif dalam mengendalikan limbah produksinya. Untuk mengurangi jumlah kemasan yang dikirim ke toko, mereka menggunakan tas daur ulang yang bisa menghemat 298 ton karton.

#3. Adobe Systems (84,4%)

Posisi ke-3 di tempati oleh salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar, Adobe Systems. Adobe adalah pelopor yang membangun konsep hijau ke dalam strategi perusahaan secara keseluruhan. Sama halnya dengan Atlas Copco, perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 ini juga memiliki tujuan ambisius untuk mencapai netralitas karbon global pada 2015. Berdasarkan data terbaru, 70% dari luas bangunan global perusahaan (termasuk di San Jose, California, dan juga kantor pusatnya) telah mendapat sertifikasi dari LEED, sebuah sertifikasi untuk standard bangunan ‘hijau’.

Baca juga  Langkah PLN Jalankan Bisnis Berkelanjutan Berbasis ESG

#2. Allergan (85,1%)

Allergan merupakan sebuah perusahaan farmasi global yang dikenal sebagai produsen Botox, injeksi neurotoxin yang digunakan untuk menghaluskan sementara kerutan di kulit wajah. Allergan telah memulai upaya sustainable strategy nya sejak 20 tahun lalu. Upaya perusahan beberapa tahun terkahir ini berfokus pada pengelolaan sampah dan proyek efisiensi energi. Upaya perusahaan dengan memasang panel pembangkit listrik berbasis tata surya, telah berhasil mengurangi konsumsi energi sebesar 11% pada 2011-2012. Baru-baru ini, Allergan juga berpartisipasi dalam program CEO Water Mandate yang membantu perusahaan menerapkan kebijakan dan program penggunaan air yang berkelanjutan.

#1. Vivendi (85,3%)

Negara Prancis ternyata menjadi negara dengan jumlah perusahaan paling ‘hijau’ terbanyak versi Newsweek. Selain Schneider Electric dan Kering, juara perusahaan paling ‘hijau’ versi Newsweek ini kembali di tempati oleh perusahaan asal Prancis, Vivendi. Vivendi adalah raksasa perusahaan media dan telekomunikasi. Perusahaan ini telah melakukan upaya yang signifikan untuk menurunkan emisi karbon dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di seluruh anak perusahaannya, seperti Maroc  Telecom dan Universal Music di California Selatan. Vivendi membuat startegi yang bersahabat dengan lingkungan ini melalui kerjasamanya dengan para pemasok. Perusahaan membuat kontrak dengan pemasok untuk berperlilaku dengan cara bertanggung jawab secara lingkungan dan juga sosial.***RR

Sumber: Newsweek