Sebuah artikel dari blog milik Mark Graban memberikan pengetahuan menarik mengenai proses produksi wine. Dalam artikelnya, Graban bercerita mengenai perjalanannya ke Napa dan Sonoma, mengunjungi perkebunan anggur untuk sekedar berlibur. Sembari menikmati suasana perkebunan anggur, Graban menyempatkan diri untuk melihat sebuah pabrik pembuatan wine dan melakukan “gemba”.

Kunjungan ke pabrik wine tersebut sebetulnya memang telah menjadi bagian dari wisata, namun Graban, karena ketertarikan profesionalnya, benar-benar memperhatikan bagaimana anggur diproduksi menjadi wine, hingga proses pengemasan kedalam botol-botol kaca. Kali ini Graban berbagi mengenai apa yang ia temukan di pabrik pembuatan wine tersebut.

Para praktisi di bidang process improvement umumnya sangat terobsesi untuk menyingkirkan semua variasi dari sistem. Namun, menciptakan produk dan jasa standar yang 100 persen identik, menurut Graban, sama sekali bukan tujuan dari Lean.

Mungkin terdengar seperti pelanggaran besar terhadap sebuah idealisme, namun nyatanya, tidak semua variasi bersifat buruk. Jika Anda amati, lilin merah yang menyegel tutup botol wine pada gambar dibawah ini benar-benar menunjukkan variasi dalam jumlah besar, karena proses pencelupan manual. Tidak ada satupun dari bentuk lilin tersebut sama.

Dari perspektif pelanggan, variasi lilin pada tutup botol wine tidak akan pernah sama satu sama lain. Variasi semacam ini mencerminkan proses kerja manual (hand-crafted) yang pada banyak kesempatan justru menjadi value yang dihargai oleh pelanggan.

Lalu mengapa botol wine seringkali menggunakan segel lilin? Menurut beberapa pendapat, segel lilin tersebut hanya merupakan dekorasi. Gabus sumbat yang ada dibalik lilin tersebutlah yang menjadi segel sebenarnya. Namun beberapa orang berpendapat bahwa lilin mencegah gabus mengering dan menjadi longgar (dan mengancam kualitas wine dalam botol). Pendapat lain, lilin digunakan karena harganya lebih murah daripada segel foil yang biasa dipakai, khususnya bila produksi wine dilakukan dengan volume rendah.

Baca juga  Maret 2024, PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi

Bagi beberapa pelanggan, penggunaan lilin sebagai segel bisa menjadi value karena sisi estetikanya. Namun, bagi pelanggan lain, lilin bisa jadi sangat menyebalkan karena lebih sulit dibuka dibandingkan segel foil.

Akan lebih mudah mengurangi variasi dalam proses dibandingkan variasi pada keinginan dan kebutuhan pelanggan, seperti kasus lilin pada botol wine. Menurut Graban, perusahaan yang pintar akan mampu merespon permintaan dan kebutuhan pelanggan pada level yang masuk akal, untuk menciptakan produk atau jasa yang dapat menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang. Dalam metodologi Lean, terdapat metode quick changeover yang memungkinkan perusahaan memproduksi lot-lot yang lebih kecil dan varietas yang lebih besar, tidak hanya batch-batch besar yang menciptakan penghematan biaya produksi.***

Adaptasi dari tulisan Mark Graban di leanblog.org. Graban adalah praktisi dan pengarang yang fokus kepada metode dan implementasi Lean di rumah sakit.