SHIFT SSCX Takt Time Lean Six Sigma

Satuan Takt Time ditentukan berdasarkan waktu rata-rata penjualan anda: setiap dua menit, dua jam, dua hari atau dua minggu, bergantung kepada rata-rata pembelian produk oleh pelanggan. Takt Time menciptakan detak atau ritme di seluruh proses bisnis untuk memastikan aliran dan utilisasi kapasitas sumber daya, seperti manusia dan mesin.

Apa yang Terjadi Jika Pelanggan Membeli Lebih Sedikit?

Anda tidak bisa memprediksi dengan tepat kapan dan seberapa banyak pelanggan akan membeli. Namun jika permintaan menurun dalam jangka waktu tertentu, maka Takt Time harus berubah. Misalnya, jika anda berproduksi sesuai Takt Time, yaitu satu permintaan setiap dua menit, lalu permintaan pelanggan turun menjadi rata-rata satu setiap tiga menit, maka Takt Time harus ditingkatkan. Artinya, Takt Time anda naik menjadi 3 menit dan pengaturan ulang lini produksi harus disesuaikan dengan angka baru tersebut.

Apa yang Terjadi Jika Pelanggan Membeli Lebih Banyak?

Maka Takt Time anda akan turun. Anda harus menurunkan Takt Time untuk memproduksi lebih banyak dalam waktu lebih sedikit. Misalnya pelanggan anda membeli lebih banyak daripada 2 menit Takt Time anda, maka anda akan menurunkan Takt Time untuk menyesuaikan dengan rata-rata penjualan. Lini produksi dan staffing harus diatur ulang sesuai dengan Takt Time yang baru.

Perhitungan  Takt Time yang Sederhana

Jumlah permintaan rata-rata dari pelangganlah yang berperan dalam penetapan Takt Time. Berikut adalah rumus klasiknya:

T   = Takt time, e.g. [waktu kerja (menit) / unit terproduksi]

Ta = Waktu kerja yang tersedia untuk berproduksi [waktu kerja (menit) / hari]

Td = Unit yang harus diproduksi berdasarkan permintaan pelanggan [unit yang dibutuhkan / hari]

Rumusnya sangat tepat, namun beberapa orang seringkali terjebak dengan pernyataan “waktu kerja yang tersedia”. Definisi yang benar mengenai waktu yang tersedia adalah hasil ekstraksi waktu total dengan cara mengeluarkan waktu-waktu yang tidak produktif, seperti jam istirahat, jadwal rapat, maintenance, briefing, dan waktu-waktu lain yang digunakan untuk proses administratif atau stoppage yang terencana.

Baca juga  Menganalisa variabel proses menggunakan tool DOE

Contoh perhitungan Takt Time:

Agar mudah, ambil saja asumsi total waktu kerja produktif adalah 8 jam setiap harinya. Jika terdapat total waktu 8 jam (atau 480 menit) dalam sebuah shift (waktu gross), dikurangi 30 menit makan siang, 30 menit istirahat, 10 menit team briefing dan 10 menit maintenance, maka “waktu kerja yang tersedia untuk berproduksi” akan berjumlah: 480 – 30 – 30 – 10 – 10 = 400 menit. Jika permintaan pelanggan katakanlah sejumlah 800 unit perhari dan asumsi terdapat satu shift yang berjalan pada lini produksi, maka lini produksi tersebut harus bisa memanfaatkan waktu maksimal setengah menit untuk memproduksi satu unit untuk dapat terus memenuhi permintaan pelanggan. Maka Takt Time-nya adalah 0,5 menit.

Kenyataannya, manusia dan mesin tidak akan bisa mempertahankan 100% efisiensi. Pastinya ada stoppage yang terjadi karena berbagai alasan. Karena itu, seharusnya ada sedikit keringanan dalam implementasi sistem Takt Time.***

banner opexcon14 kompetisi proyek