DMAIC adalah sebuah framework yang digunakan dalam mengatur alur kerja sebuah proyek improvement, yang biasanya digunakan dalam proyek-proyek berbasis Lean dan Six Sigma.

DMAIC adalah abreviasi dari fase-fase Define-Measure-Analyze-Improve-Control, adalah framework yang digunakan dalam metode Lean Six Sigma. Penggunaan DMAIC memungkinkan anda untuk meningkatkan proses bisnis dengan terstruktur. Setiap fase akan membangun fase berikutnya, dengan tujuan untuk mencapai target berupa solusi (untuk permasalahan dalam proses bisnis) yang efektif dan bertahan lama. Walaupun kadang para project leader atau sponsor tidak memandang pendekatan formal sebagai sebuah kebutuhan, namun sebagian besar usaha problem-solving mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit dari metode yang terstruktur seperti DMAIC.

DEFINE

Tools yang digunakan dalam fase “Define” akan memberikan landasan yang stabil bagi proyek. Seperti yang akan kita lakukan dalam setiap upaya perbaikan, pada tahap awal kita akan berusaha mencari permasalahan dan letak permasalahan pada obyek yang akan diperbaiki. Hal tersebut juga berlaku dalam framework DMAIC, pada tahap “Define”. Tim akan mendefinisikan permasalahan secara akurat dan ringkas, mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhan/permintaan mereka, serta menentukan skill (individu dan area) yang dibutuhkan dalam tim untuk melakukan improvement. Selain itu, dilakukan juga pengukuran proyek, ad-hoc team member, serta perencanaan finansial dan komunikasi.

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

MEASURE
Fase “Measure” merupakan fase dimana proses diidentifikasi dan didokumentasikan. Langkah-langkah proses serta input dan output yang menyertainya diidentifikasi. Sistem pengukuran dikembangkan, divalidasi, dan ditingkatkan sesuat kebutuhan. Performa dasar dibuat dengan landasan data yang akurat dan terpercaya.

ANALYZE

Fase “Analyze” akan memberikan definisi mengenai input yang kritikal. Input memiliki hubungan yang kuat atas output. Input yang kritikal adalah faktor yang sangat penting yang akan mempengaruhi performa proses. Dengan mendefinisikan input, akan ditemukan juga root cause (akar) yang menyebabkan masalah pada proses.

IMPROVE

Baca juga  Satu Persen Lebih Baik Setiap Hari dengan Kaizen

Fase “Improve” akan memberikan gambaran mengenai solusi potensial untuk masalah pada proses. Solusi ini diidentifikasi dan dievaluasi, lalu proses akan dioptimasi. Kontrol atas input sangat penting untuk memastikan stabilitas performa yang akan memuaskan pelanggan. Kapabilitas proses dan pendanaan telah diestimasi pada tahap ini.

CONTROL

“Control” adalah fase sustain, untuk memastikan improvement dan hasil yang telah dicapai akan bertahan lama. Tim akan mengembangkan SOP dan menetapkan kapabilitas proses. Pendanaan proyek akan diperbaharui, diverifikasi dan dilaporkan. Control plan akan ditetapkan bersama dengan reaction plan, ownership dan kontrol akan dialihkan kepada process owner. Langkah-langkah improvement dan semua ide perbaikan didokumentasikan. Dokumentasi ini berguna sebagai referensi improvement di area lainnya.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Eksekusi proyek improvement secara terstruktur menggunakan DMAIC akan memberikan banyak keuntungan, diantaranya, anda memiliki kesempatan untuk menemukan akar masalah, sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara tuntas.  Selain itu, hasil improvement akan bertahan lebih lama, dan aktifitas serta metode yang digunakan untuk suatu masalah akan didokumentasikan dan dapat dijadikan referensi untuk improvement di area lainnya. Namun, kemungkinan tidak semua proyek improvement memerlukan DMAIC. Kapankah tepatnya anda perlu dan tidak perlu menggunakan DMAIC? Simak disini.