rexam packaging lean six sigma

Sebelumnya telah dibahas mengenai implementasi Lean Six Sigma di pabrik-pabrik Rexam, yang akhirnya membawa mereka meraih penghargaan bergengsi Shingo Prize. Berikut ini adalah studi kasus implementasi di salah satu pabrik Rexam:

Studi kasus berikut ini mengangkat pembahasan mengenai implementasi Lean Six Sigma di pabrik kaleng minuman Rexam, yaitu Rexam Beverage Can Group. Perusahaan memproduksi 55 hingga 60 milyar kaleng minuman di 50 pabriknya di seluruh dunia. Kapasitas produksi yang sangat besar membuat Rexam menguasai pangsa pasar. Namun dengan makin berkembangnya pasar kemasan dan makin kompetitifnya industri, Rexam harus berbuat sesuatu untuk mempertahankan posisinya.

Untuk menjaga kesegaran, kebersihan dan rasa minuman, Rexam melapisi bagian dalam dari setiap kaleng minuman dengan semacam pernis (coating). Namun mereka mendeteksi adanya variasi dari ketebalan lapisan pernis tersebut. Variasi terjadi di dua lini produksi, yang bila diakumulasi memproduksi 900 juta kaleng per-tahun. Untuk mengatasinya, Rexam mengaplikasikan metode data analisis, yang merupakan salah satu pendekatan Lean Six Sigma.

Tantangan: Bagaimana Mengurangi Variasi Pelapis di Kaleng Minuman?

Variasi pada pelapis di bagian dalam kaleng minuman dapat menciptakan masalah porositas (cairan merembes), kelebihan penggunaan bahan pelapis epoxy, dan mengurangi kapabilitas kaleng minuman. Kapabilitas kaleng ini diminta oleh para pelanggan Rexam, yaitu manufaktur minuman, yang meminta quality assessment dilakukan atas kaleng-kaleng yang dikirim kepada mereka. Studi kasus ini diadaptasi dari artikel yang diterbitkan Minitab di website resminya.

Untuk mengurangi variasi pada berat pelapis kaleng, tim yang menjalankan proyek mengimplementasikan 5S di area varnishing di pabrik. Tim Rexam membuat pemetaan proses untuk melakukan analisa akurat dan mendeteksi langkah-langkah yang mengandung waste. Lalu mereka membuat diagram sebab akibat (Fishbone Diagram) untuk mengidentifikasi alasan-alasan yang mungkin melatar-belakangi masalah. Dalam melakukannya, mereka menggunakan template statistik dan grafik yang disediakan oleh salah satu software statistik yang memang dirancang untuk digunakan pada proyek perbaikan berbasis Lean dan Six Sigma. Software tersebut membantu mendefinisikan, mengukur dan menganalisa masalah, hingga memonitor perbaikan yang dilakukan.

Baca juga  Inilah Strategi SIG Catatkan Volume Penjualan 40,62 Juta Ton di 2023

Langkah-langkah Improvement yang Dilakukan

Pertama-tama, tim Rexam harus menilai validitas sistem yang digunakan untuk mengukur berat pelapis. Mereka melakukan analisis sistem pengukuran menggunakan software statistik dan mengkonfirmasi reliabilitas dari sistem pengukuran berat pelapis. Artinya, data mereka selama ini dapat dipercaya. Lalu, data dikumpulkan dari tim produksi untuk menetapkan status variabilitas berat awal.

Tes kekuatan dan ukuran sampel dilakukan untuk menentukan jumlah sampel yang harus dikumpulkan dari setiap lini untuk memastikan bahwa analisa yang dilakukan akan mampu mendeteksi secara statistik faktor-faktor penting yang mungkin ada.

Tim proyek lalu menguji dampak yang ditimbulkan oleh mesin aplikasi pernis yang menimbulkan variasi, dan menemukan bahwa jarak antara selang yang menyemprotkan cairan pernis kedalam kaleng-kaleng yang menyebabkan variasi signifikan pada volume lapisan. Setelah menemukan masalah ini, tim segera memperpendek jarak semprot selang dengan kaleng.

Dengan menggunakan fitur Design of Experiment (DOE) yang tersedia di software statistik yang mereka gunakan, tim proyek juga menjalankan studi untuk menemukan pengaturan tiga variabel untuk memperoleh hasil lapisan yang optimal. Tiga variabel tersebut diantaranya: durasi penyemprotan, sudut penyemprotan, dan tekanan.  Mereka mengevaluasi efek dari tiga variabel ini pada ketebalan lapisan pernis pada kaleng, juga interaksi diantara ketiganya. Dengan menggunakan hasil DOE, tim menentukan parameter untuk mendapatkan ketebalan lapisan yang diinginkan.

Setelah masalah dipecahkan dan solusi ditemukan, tim membuat Control Chart untuk memastikan hasil improvement akan bertahan seterusnya.

Hasil Improvement Berupa Penghematan Biaya

Tim proyek di Rexam berhasil mengurangi penggunaan pernis sebanyak 5mg per-kaleng tanpa mengorbankan kualitas produk akhirnya. Perbaikan ini membuat perusahaan menghemat biaya sebesar 35.000 euro atau sekitar 542 juta rupiah pertahunnya. Mereka juga menunjukkan kemampuan dalam melakukan pengukuran porositas dan ketebalan lapisan dan mencapai target ketebalan yang diinginkan.

Baca juga  Lampaui Rp565 Triliun, Tren Investasi Manufaktur Terus Naik

Sekilas Tentang Rexam

Rexam PLC. adalah perusahaan kemasan global dengan turnover sebesar 4,9 milyar pound pada 2010. Dengan 90 pabrik dan kantor yang tersebar di 20 negara di dunia, Rexam mempekerjakan kurang lebih 22.000 orang karyawan. Perusahaan yang berpusat di London, Inggris ini merupakan anggota tetap FTSE 100, yang beranggotakan perusahaan-perusahaan manufaktur kaleng minuman dan kemasan plastik terbesar di dunia. Beberapa klien utama Rexam antara lain Coca-Cola, PepsiCo, InBev, Proctor & Gamble dan GlaxoSmithKline.***