Sumber Photo: Forbes.com - Michael Schonfeld
Sumber Photo: Forbes.com – Michael Schonfeld

Sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok orang dari departemen public relations (PR) di sebuah perusahaan di Amerika menunjukkan bahwa bahasa tubuh (body language) dalam sebuah presentasi merupakan faktor penting yang harus diperhatikan.

Justru faktanya, persepsi publik terhadap daya tarik, kompetensi dan kepercayaan CEO saat mereka hadir langsung dapat mempengaruhi harga IPO (initial public offering).

Tiga profesor – Elizabeth Blankenspoor dari Stanford University, Bradley Hendricks dari University of North California di Chapel Hill dan Gregory Miller dari University of Michigan, bergabung untuk mengukur reaksi dari 900 orang secara acak yang menyaksikan 224 CEO saat mereka melakukan presentasi.

Seperti dilansir WSJ, setiap peserta melihat klip yang berdurasi 30 detik dari presentasi yang dilakukan kemudian diminta untuk menilai CEO berdasarkan pada kriteria daya tarik, kompetensi dan kepercayaan. Apa yang mereka temukan?

Sebanyak 5% suara lebih tinggi pada persepsi ini terkait dengan peningkatan 11% harga IPO di luar harga yang telah diprediksi secara fundamental.

Jadi, apa maksud dari hasil studi tersebut bagi para CEO?

Komunikasi visual adalah hal yang penting, namun komunikasi secara langsung jauh lebih penting. Baik itu jika CEO sedang dalam upaya untuk meluncurkan IPO, memenangkan sebuah negosiasi investasi, atau presentasi di depan konsumen, sangat penting bagi CEO untuk melakukan latihan, mendapatkan coaching, dan memiliki penampilan terbaik sebelum melangkah untuk melakukan presentasi.

Sebuah catatan mengenai poin daya tarik ini adalah: sebuah foto CEO yang dilakukan dalam penelitian tersebut menggambarkan bahwa ukuran daya tarik bukanlah jenis hal yang akan membuat atau menghancurkan presentasi. Namun, jika CEO memiliki persiapan yang baik dalam hal pakaian, gaya rambut ataupun aksesoris lainnya, hal tersebut dapat memberikan persepsi yang lebih baik bagi para audiens.

Baca juga  Efisiensi vs. Efektivitas: Prioritas Manakah yang Lebih Utama?

“Anda tidak mungkin tampil dan meminta calon konsumen atau investor Anda untuk memberikan uang mereka kepada Anda, namun Anda tidak memperlihatkan bahwa Anda memang pantas menerima uang mereka,” kata salah satu tim peneliti.***

Sumber: Forbes.com