Gambar: WikiHow
Gambar: WikiHow

S.M.A.R.T adalah kependekan dari 5 langkah dalam penetapan tujuan –  specific, measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), relevant, dan time-based (tenggat waktu). Singkatan ini pertama kali digunakan dalam Management Review edisi November 1981 oleh George T. Doran.

SMART goal adalah salah satu tool efektif yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis mereka secara realistis dan konsisten.

Dengan menetapkan target yang SMART, hal tersebut akan lebih mengarahkan anda menuju target yang ingin anda capai. Berikut tahapan-tahapan dalam menyusun SMART goal:

1. Buat Tujuan yang Spesifik

Poin pertama adalah menekankan pentingnya menetapkan target yang spesifik; benar-benar spesifik. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas. Kriteria tujuan (target) yang spesifik, yaitu:

  • Buat tujuan terfokus dan definisikan tujuan tersebut dengan baik – tujuan yang lebih spesifik memiliki kesempatan lebih besar untuk dicapai dibandingkan tujuan yang masih bersifat umum.
  • Saat anda menetapkan tujuan, pastikan anda bisa menjawab pertanyaan 6W ini:
  1. Who – Siapa yang terlibat?
  2. What –  Target apa yang ingin anda capai?
  3. Where – Dimana target akan dicapai? (identifikasi lokasi)
  4. When – Kapan target ini akan dicapai? Tentukan tenggat waktu
  5. Which – Persyaratan dan hambatan yang akan anda temui dalam proses? Identifikasi hal tersebut.
  6. Why – mengapa anda menetapkan tujuan ini? Tuliskan alasan dan manfaat jika anda berhasil mencapai target anda.

2. Miliki Kriteria untuk Mengukur Progress

Setelah menentukan tujuan yang spesifik, tahap selanjutnya adalah mengukur progress (kemajuan) dari tindakan yang sudah dilakukan.  Kemajuan akan membantu tim untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka lebih dekat kepada tujuan.

Baca juga  10 Skill Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja Tahun 2025, Kamu sudah Punya Belum?

Untuk itu, ukurlah progress dengan:

  • Menanyakan pertanyaan How – Berapa banyak dan bagaimana anda mengetahui bahwa target tersebut telah tercapai .
  • Membuat daily reminder untuk menilai dan memastikan progress anda – buatlah jurnal harian untuk menuliskan hal-hal penting yang terjadi dalam proses anda mencapai target. Sehingga, anda dapat megetahui sudah seberapa dekat anda kepada target anda.

3. Tetapkan Tujuan yang Realistis dan dapat dicapai

Poin ketiga ini menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai (attainable), artinya target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. Untuk membuat target anda tercapai anda perlu:

  • Menilai apakah tujuan yang sudah anda tetapkan dapat dicapai atau tidak, dengan mengukurnya dari beban kerja tim, pengetahuan dan kemampuan tim atau dari sumebr daya lain yang mendukung . Jika tidak, maka anda bisa menetapkan tujuan lain yang bisa anda capai di masa sekarang.
  • Target yang attainable juga akan menjawab pertanyaan, seperti : Apakah anda sudah memiliki komitmen kuat untuk mencapai tujuan anda? Apakah ada target lain yang lebih besar yang ingin anda capai?

4. Buat Tujuan yang Relevan

Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim, departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target yang relevan.

Sebuah target yang relevan akan memberikan jawaban ‘ya’ untuk semua pertanyaan ini:

  • Apakah target ini layak diperjuangkan?
  • Apakah target ini ada di waktu yang tepat?
  • Apakah target ini sesuai dengan kebutuhan dan target anda yang lain?
  • Apakah anda orang yang tepat untuk mengejar target ini?
Baca juga  Continuous Improvement, Strategi Tepat Mendulang Selamat

5. Tetapkan Tenggat Waktu

Ini adalah bagian dari filosofi SMART yang melindungi target dari serangan krisis sehari-hari yang biasa terjadi dalam organisasi. Target dengan tenggat waktu akan menimbulkan urgensi.

Target dengan tenggat waktu akan menjawab pertanyaan berikut:

  • Kapan?
  • Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 bulan dari sekarang?
  • Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 minggu dari sekarang?
  • Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) hari ini?***