Lean Six Sigma merupakan sebuah metode improvement yang akan memberikan keuntungan berganda. Aplikasi Lean Six Sigma pada bottle neck proses tidak hanya memberikan hasil berupa eliminasi waste, mengurangi waktu proses, tapi juga menemukan solusi inovatif untuk masalah-masalah yang telah lama diderita perusahaan.

Disamping perbaikan operasional, anda juga akan menemukan hasil berupa peningkatan keselamatan karyawan, seperti yang ada dalam banyak kasus. Selain itu, hasil lainnya dapat berupa keuntungan finansial berupa penghematan biaya dan/atau peningkatan penjualan serta kepuasan pelanggan.

Berikut ini adalah contoh kasus improvement yang dilakukan seorang Manajer Produksi dan timnya di sebuah pabrik mesin pengolah kertas di Haaksbergen, Belanda. Sebut saja ia bernama Smith. Kasus kali ini adalah mengenai salah satu proyek Green Belt miliknya.

Menurunkan Waktu Setup di Pabrik Mesin Pengolah Kertas

Tujuan dari dijalankannya proyek ini adalah untuk mengurangi waktu setup dari meja assembly, dimana dryer felt dirakit dari spiral-spiral. Dryer felt adalah semacam sabuk konveyor yang beroperasi dalam mesin kertas. Spiral terbuat dari benang-benang poliester yang dipanaskan hingga temperatur tinggi dengan memutar benang disekeliling pin besi.

Walaupun Smith adalah seorang Lean Six Sigma Green Belt bersertifikat, namun tentunya ia memiliki banyak tanggung jawab pekerjaan lain disamping perannya sebagai Green Belt dalam proyek-proyek improvement di perusahaan. Ia menjalankan sebuah proyek Green belt yang bertujuan untuk mengurangi waktu setup, dan berhasil memperoleh hasil sebagai berikut:

  • Smith dan rekan-rekan setimnya berhasil mengurangi waktu setup dari 148 menit hingga hanya 6 menit saja.
  • Dengan mengurangi waktu setup, mereka menghemat waktu kerja sebesar 935 jam, yang dapat dialokasikan untuk mengerjakan pekerjaan lain.
  • Smith juga berhasil menciptakan tube yang lebih besar untuk menampung lebih banyak spiral, sehingga menurunkan waktu changeover.
  • Smith juga berhasil memecahkan masalah berupa kesulitan menemukan ujung dari spiral sepanjang 10.000 meter dengan memodifikasi ujung spiral. Modifikasi tersebut berupa pemotongan yang dalam dan panjang pada ujung spiral, di tube bagian atas. Operator tidak perlu mencari lagi.
  • Tim juga berhasil memangkas waste transportasi dengan merancang troli baru, yang didesain sedemikian rupa, sehingga operator tidak perlu mengangkut barang, lebih mudah menukar tube, lebih mudah melakukan penyimpanan dan penataan stok, dan lebih sedikit berjalan.
  • Melalui hasil dari proyek tersebut, mereka berhasil menghemat 13.000 euro pertahun.
Baca juga  Maret 2024, PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi

Jika anda berpikir “penghematannya tidak seberapa”, berhati-hatilah terhadap kesalahan persepsi atas metode improvement seperti Lean Six Sigma. Metode tersebut tidak hanya fokus untuk mendapatkan keuntungan finansial belaka, namun keuntungan dalam operasional, berupa efisiensi dalam proses. Jika anda hanya fokus pada sisi finansial, bisa-bisa anda gagal mendapatkan hasil yang sustainable.

Itulah sebabnya mengapa banyak praktisi yang mengatakan, “Jika anda ingin memangkas cost, jangan terapkan program penghematan biaya.” Bagaimana menurut anda? Silakan berbagi pikiran di kolom komentar di bawah!