Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun action plan untuk mencapai target.

Melalui artikel sebelumnya, kita telah memahami bahwa Strategic Planning & Development adalah integrasi sistematik dari perencanaan strategis yang dimiliki sebuah organisasi dengan metode-metode quality improvement yang memusatkan fokus kepada pelanggan dan stakeholder. Dengan demikian, tentunya Strategic Planning akan menuju kepada target-target yang berkaitan dengan kualitas dan kepuasan pelanggan; lebih daripada sekedar target finansial.

Target: Peningkatan Kualitas dan Kepuasan Pelanggan

Kualitas prima dan kepuasan pelanggan seharusnya menjadi suatu target besar yang ditopang oleh target-target sekunder dan tersier: sub-target, proyek perbaikan proses, dan sebagainya. Seperti yang dijelaskan dalam Juran’s Quality Handbook (Sixth Edition), target improvement adalah target yang akan menciptakan perbaikan signifikan atas performa produk, proses pelayanan, dan perbaikan kinerja karyawan yang dicapai dengan cara mengarahkan fokus kepada kepentingan pelanggan, supplier dan shareholder.

Untuk mencapainya, perlu dibuat perencanaan yang berbasis kepada “voice of customer (VoC)” dan mengintegrasikannya dengan berbagai action plan. Integrasi tersebut membuat target-target menjadi lebih ‘masuk akal’ dan akan menyeimbangkan target-target finansial yang penting bagi stakeholder, dengan target-target yang fokus kepada kepentingan pelanggan. Penyususnan target yang terintegrasi sedemikian rupa juga akan menghemat energi, karena tidak harus membuat dua perencanaan (yang berkaitan dengan finansial dan yang berkaitan dengan kualitas).

Untuk Mencapainya…

Untuk mencapai target-target yang ditetapkan sebagai bagian dari strategic planning, dibutuhkan metodologi yang terstruktur dan sistematik, juga sumber daya yang mencukupi (memenuhi syarat). Pastikan hal-hal berikut ini mendapatkan perhatian:

    1.  Penghargaan

Performa dalam pencapaian improvement adalah bagian dari prestasi yang layak mendapatkan penghargaan dan pengakuan. Perubahan dalam struktur/sistem kebijakan organisasi, termasuk penghargaan atas prestasi, perlu dilakukan.

    2.  Partisipasi universal

Target, peninjauan, laporan, dan seterusnya, dibuat untuk memancing keterlibatan seluruh personel di sistem hirarkis perusahaan. Partisipasi tersebut berarti keterlibatan dari seluruh karyawan di seluruh level. Seluruh karyawan harus memberikan dukungan kepada setiap inisiatif perubahan dan bekerja untuk membantu pencapaian target perusahaan.

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

    3.  Common language

Shared value dapat terbentuk jika ada common language, bahasa umum yang dipahami dan dimengerti dengan jelas oleh seluruh karyawan. Kata-kata kunci, seperti quality, benchmarking, dan strategic quality deployment akan memberikan pemahaman dan makna standar untuk membantu berjalannya komunikasi yang sangat efektif.

    4.  Training

Perusahaan yang memang memiliki target dan serius untuk mencapainya akan selalu bersedia untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya. Pelatihan dapat menggunakan berbagai konsep, metode, tool, proses, dan sebagainya. Organisasi yang memberikan pelatihan kepada karyawan di setiap fungsi, di setiap level, pada waktu yang tepat, memiliki potensi besar untuk menjadi organisasi yang memenangkan persaingan.