Di era post-Jobs, Tim Cook membawa Apple menuju kesuksesan dengan berkomitmen kuat kepada improvement dan melakukan berbagai terobosan penting. Gambar: http://wallpaperswide.com

Kejutan yang terjadi pada tahun 2011 bukan datang dari Western Digital Corp., yang meraih posisi pertama dalam 50 Best U.S. Manufacturers versi IndustryWeek; perusahaan manufaktur hard-disk tersebut memang telah melakukan segalanya dengan baik dan pantas mendapatkan posisi puncak. Kejutannya berasal dari Apple, perusahaan yang terbiasa mendominasi, namun kenyataannya pada tahun 2011 ini posisi mereka menurun ke peringkat kedua.

Dibawah kepemimpinan Steve Jobs yang modern, ia mengarahkan Apple menyusuri perjalanan yang penuh dengan penemuan-penemuan dan inovasi baru, membuat perusahaan tersebut mampu menemukan kembali dan meredefinisi pasar pada setiap perilisan produknya. Inilah hal yang seringkali diimpikan setiap pemimpin mengenai perusahaan yang mereka pimpin. Dengan momentum sebaik itu, berakhir di peringkat kedua mungkin dapat dianggap sebagai sebuah anomali diantara kisah keseluruhan yang begitu sukses.

Setelah mengalami petumbuhan penjualan luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya, Apple kini mampu menghapus sedikit noda pada tahun 2011 dan menyabet mahkota sebagai U.S. Best Manufacturer di tahun 2012

Pergantian Pemimpin

Dengan performa hebat di tahun 2011, Apple mencetak revenue lebih dari US$108 juta tahun lalu, yang membuat perusahaan tersebut mengamankan posisi puncak pada daftar IW 50.

Pertumbuhan yang dramatis bukanlah sesuatu yang baru ataupun tak terduga bagi Apple. Dengan pencapaian di tahun-tahun sebelumnya, angka tersebut bukanlah sebuah kabar besar bagi Apple, mengingat popularitas mereka yang tak terbantahkan di pasar, yang membuat mereka terus memecahkan rekor sendiri dari tahun ke tahun.

Namun tahun 2011 sama sekali bukan tahun yang biasa-biasa saja bagi Apple.

Pada tahun 2011, kita semua tahu, mereka kehilangan sosok pendiri, penyelamat dan pemimpin ikonik mereka, Steve Jobs. Tanpa tangan besi Jobs yang terus menjaga Apple tetap berjalan menuju visi dan tujuan perusahaan, banyak yang menyangsikan Apple akan terus bertakhta, jika tidak kehilangan kemudi yang dipegang oleh seorang pemimpin yang begitu kharismatis.

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

Namun pengganti Jobs, Tim Cook, mantan COO dan seorang supply chain guru, membuktikan sebaliknya. Apple tetap mampu berjaya dalam kancah persaingan yang semakin padat.

Awalnya publik meragukan Cook akan mampu membawa Apple ke puncak daftar perusahaan terbaik seperti IW 50. Tidak dapat dipungkiri bahwa Cook-lah yang mendorong Apple keluar dari kondisi direct manufacturing dan beralih kepada jasa dan produk dari manufaktur pendukung seperti Foxconn; perusahaan dengan lingkungan kerja yang kurang aman, yang seringkali menempatkan Apple pada sorotan negatif sepanjang tahun lalu.

Situasi tidak mengenakkan tersebut telah ditangani langsung oleh Cook, yang juga menjadi tanda dimulainya era baru Apple dibawah kepemimpinannya.

“Saya mengagumi Tim Cook karena dia lebih banyak memberikan perhatian kepada detail-detail yang dilupakan perusahaan selama kepemimpinan Steve Jobs yang serba cepat,” ujar seorang analis, J. Gerry Purdy dari MobileTrax, sebuah perusahaan riset pasar IT yang menganalisa Apple. “Semasa kepemimpinan Jobs, isu-isu semacam itu biasanya tetap berada dibawah karpet.”

“Isu-isu ‘kecil’ tersebut tidak pernah diperhatikan karena mereka merasa tidak perlu, dan tidak ada seorangpun yang membawanya ke permukaan,” katanya. “Namun Cook mengambil sudut pandang lebih luas yang mencakup seluruh ekosistem. Ia melihat isu-isu tersebut terlalu besar atau penting untuk dibiarkan begitu saja. Ia ini semua hal yang bersentuhan dengan Apple hanya hal-hal positif saja.”

Menurut Purdy, perhatian mendetail kepada selurung lingkungan manufaktur (termasuk semua isu-isunya) adalah hal yang mendefinisikan dirinya sebagai seorang CEO.

Tahun Perbaikan bagi Apple

Diatas segalanya, dedikasi yang terus-menerus dari Apple dalam menyajikan produk-produk berkualitas tinggi adalah salah satu hal yang membawa perusahaan tersebut naik ke puncak tertinggi.

“Mengembangkan produk yang sangat bagus adalah faktor sukses di segala pasar, jika produk tersebut sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan mampu menyentuh emosi dan hati pelanggan,” kata Purdy. Apple berdedikasi untuk mengembangkan produk-produk yang bagus yang memenuhi kebutuhan pelanggan, dan mereka juga memiliki faktor desain yang mengkomunikasikan hubungan emosional yang kuat dalam proses pembelian.

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

“Selama mereka terus menciptakan produk-produk unggulan yang dibutuhkan pelanggan, mereka akan terus menjadi penguasa pasar,” kata Purdy.

Apa yang terjadi tahun lalu adalah sebuah contoh yang baik.

Tahun 2011 bukanlah tahun terobosan untuk Apple. Tidak ada produk signifikan yang dirilis seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan ini bahkan tidak memenuhi ekspektasi dalam jumlah iPhone terupdate yang dirilis. Dengan pengecualian berupa sedikit software seperti iCloud, total produk yang ditawarkan perusahaan tidak jauh berbeda dengan pada akhir tahun 2010.

2011 merupakan tahun improvement, tahun untuk memvisualisasi ulang semua teknologi yang ada dan merekonstruksinya menjadi bentuk-bentuk baru, dengan fitur-fitur baru untuk meningkatkan kualitas user’s experience. Tahun 2011 merupakan tahun pergeseran dan inovasi menuju masa depan.

Pada tahun 2011 inilah perhatian Apple tercurah kepada pengembangan dua produk dari lini utama Apple: iPad 2 dan iPhone 4S.

Produk-produk Penuai Profit

Apple meluncurkan iPad 2 pertengahan Maret 2011 lalu. Produk ini dijuluki “perangkat ajaib”, dengan bentuk yang lebih tipis dan ringat dengan performa yang lebuh cepat, dan beberapa software-upgrade. Alat ini bukanlah sesuatu yang baru dari segi praktis, namun telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar secara luas.

Ketika perusahaan ini mengeluarkan laporan pertiga kuartalnya, hasil dari improvement tersebut sangat kentara. Dengan total penjualan iPad mencapai angka 9,25 juta produk (peningkatan sebesar 183% dari tahun 2010), perusahaan mencatat rekor revenue per-kuartal sebesai US$28,57 milyar dan net-profit US$7,31 juta. Angka-angka tersebut merupakan yang paling tinggi sepanjang sejarah perusahaan. Namun itu tidak bertahan lama.

Dengan fitur-fitur baru yang menarik, seperti beta release yang langka dari Siri intelligent assistant, juga pengembangan dan tambahan beberapa software yang signifikan, iPhone 4S yang dirilis pada Oktober 2011 mematahkan rekor sebelumnya yang dibuat iPad 2.

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

Pada akhir kuartal pertama di Januari 2012, Apple telah menjual lebih dari 37 juta iPhone, yang merepresentasikan pertumbuhan penjualan sebesar 128% dari tahun sebelumnya. Mereka juga mencetak rekor baru, yaitu profit per-kuartal sebesar US$13,87 milyar.

Perilisan ini sangat membantu Apple dalam meraih posisi puncak dalam daftar IW 50 tahun ini, dengan 26% pertumbuhan inventory turnover, yang merupakan salah satu matriks kunci dalam sistem rating IW 50.

Menatap Masa Depan

Dengan melihat kepada kecenderungan pasar tablet tahun depan, Purdy berpendapat bahwa Apple masih punya banyak kesempatan untuk tetap berada di puncak.

Berdasarkan perkiraannya, pada tahun 2016 akan beredar 367 juta tablet di pasaran, lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang ada saat ini yang hanya mencapai 60 hingga 100 juta. Jika Apple tetap memiliki market share sebesar sekarang, mereka akan bisa memperoleh pendapatan hingga dua sampai tiga kali lebih besar dengan hanya menjual iPad saja.

Melihat masa depan tersebut, ia melihat potensi Apple untuk terus melangkahi berbagai improvement dan membuat banyak inovasi.

“Jika ada pasar multi-milyar dolar, mungkin pasar tersebut tidak berasal dari perangkat mobile,” katanya. “Hal yang kita tunggu adalah bagaimana Apple akan merambah ke rumah-rumah; bermain di pasar home theater.”

Apple, menurutnya, berada dalam posisi yang baik untuk memasuki pasar tersebut.

“Membawa televisi ke pasaran bukanlah sesuatu yang revolusioner. Yang revolusioner adalah jika Apple mampu mengintegrasikan hardware, software dan mungkin layanan iCloud dan konten iTunes,” katanya. “Jika mereka mampu melakukannya, sudah pasti Cook akan mendapatkan klaimnya atas inovasi yang mengubah dunia.”

Diadaptasi dari: IndustryWeek; Travis Hessman.