Munculnya lean manufaktur telah menjadi pengamatan dan pertimbangan di seluruh industri pertambangan. Karena semakin banyak perusahaan yang terus meningkatkan kinerja operasional dan memangkas biaya yang tidak efisien, para penambang akan mulai beralih pada praktek lean.

Barrick Gold adalah sebuah perusahaan tambang emas terbesar ketiga di dunia yang mengharapkan keuntungan besar setiap tahunnya. Pedoman produksi yang diberikan perusahaan adalah sekitar 6,5 juta ons yang mencakup beberapa aset emas bergengsi di dunia.

Dengan 5 tambang inti – Cortez dan Gold Strike di Nevada, Lagunas Norte di Peru, Veladero di Argentina, dan Pueblo Viejo di Republik Dominika – Barrick Gold terus mencari cara baru untuk memotong biaya sekaligus meningkatkan produksi, dan lean manufaktur menjadi jawaban terbaik yang mereka punya.

Operasi Lean

Prinsip-prinsip lean bukanlah menjadi hal yang baru bagi Barrick Gold. Perusahaan telah memanfaatkan prinsip-prinsip lean manufaktur yang diterapkan oleh Toyota untuk membantu kinerja tim produksi untuk menghilangkan limbah yang berkisar dari produksi berlebih yang kurang bisa dimanfaatkan.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Sebuah penelitian berjudul Implementing Lean Principles in Mining Industry Issues and Challenges yang telah dilakukan menyatakan bahwa proses lean secara signifikan dapat membantu perusahaan pertambangan menghilangkan limbah dan meningkatkan proses karena munculnya pandangan bersama dengan sektor otomotif.

Menurut penelitian tersebut, keduanya mengandalkan proses bisnis yang efektif, keduanya bergantung pada efisiensi dalam Value Strem Mapping (VSM), keduanya berusaha untuk memaksimalkan efisiensi operasional, keduanya bergantung pada rantai pasokan yang luas, dan keduanya memiliki fokus kuat terhadap keselamatan.

Kesamaan ini membawa kesempatan untuk berhasil menerapkan prinsip-prinsip lean dalam industri pertambangan.

Proses memformalkan upaya perbaikan mulai diperkenalkan kepada para karyawan. Barrick menerapkan komitmen kerja tahunan untuk staf senior menuju kepada manajer umum dan para pemimpin tim. Pengukuran juga mencakup segala sesuatu dari pelatih perbaikan untuk menciptakan target nilai perusahaan yang ingin dicapai.

Baca juga  Mengantisipasi resistensi dalam proses transformasi

Dengan membuat titik awal, perusahaan dapat segera terfokus pada penambahan nilai dalam produk akhir dan menghilangkan limbah. Tujuh jenis limbah umum yang dapat diidentifikasi meliputi: waktu menunggu, produksi berlebih, pengerjaan ulang, pergerakan, proses, inventaris, dan transportasi. Untuk dapat menjadikan perusahaan tambang lebih ‘ramping’, menjadi hal yang penting untuk memetakan setiap proses tunggalnya (tidak peduli seberapa kecil atau tampaknya yang tidak signifikan) dan membuatnya menjadi ‘ramping’.

Langkah-langkah berikut bisa menjadi pertimbangan yang penting untuk mencapai keberhasilan implementasi lean dalam perusahaan pertambangan:

Meningkatkan dari Dalam

Untuk memastikan berbagai operasi berhasil mempertahankan kesuksesan mereka dan meningkatkan operasional, Barrick Gold mempekerjakan lebiih dari 80 pelatih (coaches) perbaikan bisnis secara full time. Dibudidayakan dari posisi manajemen, pelatih mengambil jabatan mereka selama kurang lebih dua tahun. Selama kurun waktu tersebut, para pelatih bertanggung jawab untuk ‘terlibat dalam segala bentuk aktivitas kepemimpinan dan karyawan, juga mengidentifikasi adanya peluang perbaikan. Menempatkan tim bersama-sama, dan memfasilitasi proyek-proyek perbaikan tersebut sampai benar-benar selesai.’

Cara lain perusahaan menerapkan prinsip-prinsip lean adalah dengan ‘mempromosikan dari dalam’.

Trevor Krawchyk, Senior Spesialis Perbaikan Bisnis di Barrick Gold menjelaskan bahwa mereka lebih memilih untuk melakukan promosi internal daripada menggunakan sumber daya eksternal untuk menjadi pelatih perbaikan bisnis, karena akan lebih memudahkan menjalin hubungan yang baik antara pelatih dan karyawan di lokasi penambangan. “Kami pastikan akan memilih karyawan berpotensi tinggi yang memiliki kemampuan kepemimpinan kuat dan sebagai komunikator yang baik, sehingga ada kredibilitas yang sudah ada ketika perbaikan tersebut dilakukan.” Tambah Trevor.

Melanjutkan Tren

Sebagai bagian dari proses pemberdayaan karyawan di perusahaan, penting untuk memberikan representasi visual dari tanggal kinerja produk inti, yang akan memberdayakan karyawan bahkan pada tingkat terendah untuk membuat keputusan operasional berdasarkan data.

Baca juga  The Power of Daily Improvement

“Perbaikan secara terus menerus sekarang lebih tertanam dalam budaya. Kami telah membuat bagian dari siklus bisnis tahunan.” Jelas Trevor. Dia menambahkan bahwa efek penghematan secara kumulatif selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Menurut Trevor, Barrick telah mengembangkan kartu skor empat tahap untuk berbagai operasi untuk digunakan dalam proses evaluasi. “Seseorang dengan pola pikir yang percaya bahwa dia telah mencapai kesempurnaan tidak akan pernah mencapai budaya perbaikan terus menerus.” Ungkapnya.

Prinsip-prinsip lean yang telah diimplementasikan oleh Barrick Gold saat ini tersebar dalam dunia manajemen pengembangan kepemimpinan. Manfaat yang dapat diambil oleh para penambang adalah implementasi prinsip-prinsip lean yang substansial. Dengan biaya modal yang semakin tinggi dan tenaga kerja yang langka, praktik ini mampu menekan margin dan menumbuhkan operasional sehari-hari. Pengalaman dari implementasi lean manufaktur oleh industri lainnya telah membuktikan adanya banyak nilai untuk digali. Jika diterapkan dengan benar, mereka dapat memiliki implikasi positif yang serius bagi para penambang.***

Sumber: miningglobal.com